Politik Pemerintahan

Pemkab Ponorogo Anggarkan Rp 4 Miliar untuk Jambanisasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini (foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) –  Tahun ini Pemkab Ponorogo menganggarkan Rp 4 miliar untuk jambanisasi warganya. Uang sebanyak itu rencananya digunakan untuk membangun jamban sehat sebanyak 4000 unit.

”Jadi Pemkab ini memberikan dana stimulan kepada masyarakat untuk pembangunan jamban. Nominalnya Rp 1 juta untuk 1 unit jamban,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Kamis (14/11/2019).

Untuk tahun 2020 Pemkab Ponorogo, kata Irin sapaan akrab Rahayu Kusdarini menambah lagi anggaran untuk jambanisasi tersebut, dengan nominal yang lebih besar dari pada tahun ini, yakni senilai Rp 6 miliiar dengan target 6 ribu pembangunan jamban.

”Jadi dalam 2 tahun ini akan ada 10 ribu unit yang bakan dibangun dari dana stimulan,” katanya.

Pemkab getol melakukan jambanisasi karena ingin bumi reyog ini segera Open Defecation Free(ODF). Atau kondisi dimana setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Perlu pembangunan jamban 21 ribu unit, jika ingin mencapai Ponorogo menjadi kabupaten yang sudah ODF.

”Dari 307 desa/kelurahan di Ponorogo, ada 200 yang sudah ODF. Sisanya masih sekitar 107 desa/kelurahan,” katanya.

Dinkes Ponorogo, kata Irin disetiap kesempatan selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya jamban sehat. Jadi diluar jambanisasi yang dilakukan oleh Pemkab, ada penambahan sekitar 2 –3 ribu pembangunan jamban secara mandiri oleh masyarakat setiap tahunnya.

”Harapan kami pada awal tahun 2022 nanti, Kabupaten Ponorogo sudah ODF,” pungkasnya.(end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar