Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkab Pasuruan Ajak Santri Bersinergi Lawan Pandemi Covid-19

Pasuruan (beritajatim.com) – Peringati Hari Santri Nasional Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar apel di Pendopo Agung Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Momentum ini merupakan bentuk perwujudan spesial bagi para santri yang tersebar di 24 Kecamatan Kabupaten Pasuruan.

Pada gelaran apel pagi tersebut Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron menyebutkan agar para santri bersinergi bersama pemerintah daerah, guna bangkit melawan pandemi.

“Jika jaman dahulu santri berjuang melawan penjajah, maka di jaman sekarang, saya harapkan seluruh santri di Pasuruan ikut berpartisipasi berjuang melawan pandemi. Banyak hal yang bisa Saudara lakukan untuk membantu Pemerintah melawan virus Covid–19. Diantaranya adalah ketat menerapkan protokol Kesehatan”, ajaknya di hadapan seluruh peserta Apel Pagi yang diikuti oleh para habeib, kyai dan para alim ulama se-Kabupaten Pasuruan tersebut.

Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini yang familiar disapa Gus Mujib itu juga meminta kepada para santri agar menjadi pionir di masyarakat. Khususnya dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait vaksinasi Covid-19, utamanya bagi mereka yang belum agar tergerak segera mengikuti vaksinasi di Puskesmas terdekat.

“Saya harapkan para santri berperan aktif dalam memberikan edukasi baik kepada sesama santri maupun masyarakat secara berkelanjutan tentang pentingnya vaksinasi. Lakukanlah sosialisasi dengan media sekreatif dan seefektif mungkin, sesuai kearifan lokal. Sehingga dapat diterima oleh masyarakat dengan baik”, himbaunya dalam sambutannya yang juga disimak secara virtual oleh ribuan santri di tempat berbeda tersebut dengan nada penuh optimisme.

Sebelumnya, Wakil Bupati menyatakan bahwa penentuan Hari Santri oleh Pemerintah Pusat yang diperingati di tanah air setiap tanggal 22 Oktober tersebut merupakan bentuk pengakuan akan identitas santri. Hal itu tidak terlepas dari sejarah perjuangan kaum santri beberapa dekade yang lalu melalui resolusi jihad. Bahwa santri juga turut berpartisipasi berperang melawan penjajah, berikut memiliki andil dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Banyak hal yang patut kita teladani dari resolusi jihad. Diantaranya adalah menanamkan sifat nasionalisme dengan memperkokoh persatuan umat yang sangat plural. Dikenal sebagai bangsa ber-Bhineka Tunggal Ika. Sekali lagi, saya ucapkan selamat Hari Santri, semoga santri tetap jaya dan selalu menjadi inspirasi”, tandas Gus Mujib.

Dalam Apel Pagi peringatan Hari Santri di Kabupaten Pasuruan tahun ini yang mengangkat tema “Santri Sehat, Kreatif dan Toleran” tersebut, hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan. Diantaranya, Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendiz, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman dan Dandim 0819 Letkol Inf. Nyarman. Tidak terkecuali Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan serta Kepala Kejaksaan Negeri Ramdhanu Dwiyantoro. [ada/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar