Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkab Pamekasan Siapkan Bantuan Kemandirian Pesantren

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (tengah) disela peresmian Pesantren Agri Santriprenuer di Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan, Kamis (19/5/2022).

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menyiapkan bantuan pertanian untuk mewujudkan kemandirian pesantren sekaligus sebagai bentuk berkomitmen mewujudkan pembangunan kemandirian santri melalui program ‘Agri Santriprenuer’.

“Bantuan hibah untuk pesantren ini merupakan upaya dari Pemkab Pamekasan yang ingin berpartisipasi dan memupuk para santri agar memiliki kemampuan bertani. Termasuk juga upaya mempersiapkan potensi santri melalui program ketahanan pangan nasional,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan, Ajib Abdullah, Selasa (24/5/2022).

Bantuan hibah pertanian tersebut juga tidak hanya untuk kelompok tani yang selama ini memang menjadi sasaran melalui program ketahanan pangan nasional, tetapi juga berlaku untuk lembaga non profite termasuk pondok pesantren.

“Dalam hal ini, lembaga pendidikan yang bergerak di bidang pertanian juga harus masuk. Jadi program ini bukan hanya untuk kelompok tani, sekalipun selama ini memang ada bantuan yang harus melalui kelompok tani,” ungkap mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan.

Hanya saja pihaknya harus melihat pesantren yang hendak mengusulkan bantuan hibah melalui program tersebut, mulai dari lokasi pesantren hingga potensi daerah. “Hal itu tentunya sebagai upaya untuk menentukan kesuksesan program ini, apalagi hal itu juga penting untuk kita ketahui lebih awal,” jelasnya.

“Artinya pesantren yang ingin mengembangkan sektor pertanian, nanti kita lihat terlebih dahulu lokasi hingga potensinya. Misalnya daerah Tlanakan, diberi durian kan tidak cocok. Makanya kita harus lihat potensi yang ada, lokasi pesantrennya dimana, ada air atau tidak,” sambung Pak Ajib.

Bahkan pihaknya juga mencontohkan daerah Pagantenan, yang sangat cocok tenaman jenis alpukat hingga durian. Sementara daerah dengan potensi air yang bagus, seperti Pakong, bisa saja fokus pada pengembangan padi, jagung maupun jenis tanaman lainnya.

“Melalui kesempatan ini, kami juga membuka pintu bagi seluruh pesantren di Pamekasan, untuk konsultasi seputar program ini. Termasuk juga jika kami diminta arahan untuk memetakkan tanaman yang cocok di sejumlah daerah di Pamekasan,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mendorong sejumlah pondok pesantren di wilayah setempat, agar ikut serta dan berkomitmen mewujudkan pembangunan kemandirian santri melalui program ‘Agri Santriprenuer’.

Hal tersebut disampaikan disela peresmian Pesantren Agri Santriprenuer di Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan, Kamis (19/5/2022) lalu. Dilanjutkan dengan penanda tanganan kerjasama antara Pemkab Pamekasan, Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pamekasan. [pin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar