Politik Pemerintahan

Pemkab Pamekasan Rekomendasikan Sengketa Pilkades Pamaroh ke P2KD

Pamekasan (beritajatim.com) – Satu dari total 91 desa yang menggelar proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Pamekasan, hingga saat ini masih menyisakan sengketa, yakni Pilkades Pamaroh, Kecamatan Kadur.

Bahkan hingga saat ini, pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) setempat juga belum memutuskan dan menetapkan Calon Kades (Cakades) terpilih dalam pelaksanaan pilkades yang digelar serentak, Rabu (11/9/2019) lalu.

Aksi protes hingga demonstrasi salah satu pendukung cakades Pamaroh, juga sempat dilakukan ke Kantor Pemkab Pamekasan di Jl Kabupaten 107, Senin (30/9/2019) lalu. Mereka menuntut agar pihak terkait mendiskualifikasi cakades nomor 3 atas nama Asy’ari, karena dinilai melakukan berbagai pelanggaran.

Hanya saja Pemkab Pamekasan, melalui Surat Rekomendasi Nomor 141/740/432.312/2019 tentang Penyelesaian Sengketa Hasil Pilkades Pamaroh, Kadur, tertanggal 28 September 2019. Surat yang ditanda tangani Bupati Pamekasan, Badrut Tamam merekomendasikan P2KD Pamaroh, agar melanjutkan tahap penetapan cakades terpilih.

“Rekomendasi kami sudah jelas, mengembalikan keputusan itu kepada P2KD Pamaroh untuk melanjutkan tahap selanjutnya, yaitu penetepan pemenang calon kepala desa terpilih di Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur,” kata Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e, beberapa waktu lalu.

Selain itu, pihaknya juga memastikan jika rekomendasi tersebut juga mengacu pada perundang-undangan yang berlaku. “Tentunya penetapan itu harus sesuai dengan regulasi yang ada, sehingga keputusannya begitu,” ungkapnya.

Pihaknya juga merekomendasikan agar P2KD segera menetapkan cakades terpilih sebelum 30 hari jelang pelantikan serentak. Deadline waktu selambat-lambatnya, Selasa (8/10/2019) mendatang. “Rekomendasinya sudah jelas, dan harus segera ditetapkan. Karena kami segera meng-SK-an,” tegasnya.

Tidak hanya itu, jika nanti ada pihak yang merasa dirugikan dalam pelaksanaan maupun hasil pilkades serentak. Disarankan untuk diselesaikan sesuai hukum yang berlaku. “Bila nantinya ada pihak yang belum puas terhadap berbagai keputusan ini, silakan mengambil jalur hukum sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Pilkades Pamaroh, Kadur, diikuti sebanyak tiga cakades dengan total sebanyak 3.619 orang yang terdaftar sebagai pemilih. Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 1.777 suara untuk cakades nomor urut 1, sebanyak 57 suara untuk cakades nomor urut 2 dan sebanyak 1.783 suara untuk cakades nomor 3.

Namun dari total suara tersebut tercatat sebanyak 20 suara dinyatakan tidak sah, dari total keseluruhan sebanyak 3.637 suara. Namun hasil ceklist pemilih yang hadir dan dicocokkan dengan surat undangan klop sebanyak 3.619 suara, anehnya penghitungan di plano keluar angka sebanyak 3.637 suara atau lebih 18 suara dari total pemilih. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar