Politik Pemerintahan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Pemkab Pamekasan Dorong Pemdes Siapkan Rumah Karantina

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mendorong pemerintah desa (pemdes) di seluruh wilayah setempat, agar mendirikan rumah karantina bagi warga yang pulang dari daerah perantauan khususnya dari zona merah penyebaran wabah virus corona.

Dorongan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran wabah Covid-19, khususnya memasuki masa mudik para perantau menjelang Ramadan 1441 Hijriyah. Terlebih sebagian besar para perantau berada di wilayah merah penyebaran Covid-19.

“Prinsipnya kalau Pemkab yang mendirikan rumah karantina, tidak mungkin bisa terjangkau. Tetapi jika rumah karantina didirikan di masing-masing desa, maka semua warga pendatang bisa terpantau dan terakomodir dengan baik,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, melalui Kabag Humas dan Protokol, Sigit Priyono, Kamis (9/4/2020).

Tidak kalah penting, hal tersebut juga dapat memantau secara langsung para warga yang datang dari perantauan. Apalagi sebagian besar di antara mereka bekerja di zona merah Covid-19 di Indonesia, termasuk juga sebagai TKI di luar negeri.

“Jadi jika semua desa menyediakan rumah karantina, maka kami yakin para perantau maupun para TKI yang pulang (mudik) bisa terpantau. Sehingga hal tersebut kami yakini dapat menekan penyebaran wabah virus corona di Pamekasan,” ungkapnya.

Penyiapan rumah karantina tersebut nantinya dapat disiapkan beberapa perlengkapan kesehatan, seperti bilik sterilisasi berisi cairan disinfektan, tempat cuci tangan, kamar isolasi serta sejumlah fasilitas lainnya. “Dengan ini kami berharap dapat mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Bungbaruh, Kadur, Ahmad Fauzi menyampaikan himbauan dari Pemkab setempat sudah direalisasikan sekalipun dengan menerapkan pola berbeda. “Kami sangat mendukung hal ini sebagai langkah antisipatif penyebaran wabah virus corona,” ungkapnya.

“Selain itu, kami juga sudah mengajak agar masyarakat proaktif. Sehingga warga dari luar kota khususnya dari zona merah agar langsung melapor kepada Kadus (Kepala Dusun) untuk di data. Sehingga mereka harus tinggal di rumah selama masa karantina selama 14 hari sesuai anjuran pemerintah,” pungkasnya.

Berdasar update peta sebaran Covid-19 di kabupaten Pamekasan, Rabu (8/4/2020) kemarin. Terdata sebanyak 7.510 Orang Dalam Resiko (ODR) dan 197 Orang Dalam Pantauan (ODP). Sementara sebanyak dua orang tercatat sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), namun hasil swab dinyatakan negatif Covid-19.

Sedangkan untuk warga dinyatakan positif Covid-19 atau terinfeksi virus corona, terdata sebanyak dua orang. Satu orang masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan, sementara satu orang lainnya meninggal dunia [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar