Politik Pemerintahan

Lakukan Penutupan Tempat Hiburan dan Karaoke

Pemkab Pamekasan Diprotes Pemilik Hotel Putri

Pamekasan (beritajatim.com) – Salah satu pemilik usaha hiburan dan karaoke menilai pemerintah kabupaten (pemkab) Pamekasan menelurkan kebijakan sepihak seputar penutupan usaha mereka. 

Hal itu disampaikan pemilik Hotel dan Restoran Putri, Lina yang menilai langkah pemkab Pamekasan sepihak. Terlebih dengan tanpa adanya solusi yang ditawarkan sebagai lanjutan dari kebijakan penutupan.

Apalagi mereka juga memiliki tanggungjawab terhadap sejumlah karyawan yang bekerja di tempat usaha mereka, sehingga kebijakan dan langkah yang dilakukan pemkab setempat dinilai sepihak dan tidak memikirkan nasib mereka.

“Ini ditutup beneran Pak (Bupati Pamekasan), bagaimana nanti dengan nasib karyawan kami. Apa tidak ada pembicaraan lagi, kok langsung ditutup begitu saja dan ini sepihak lho Pak,” kata Lina, usai menanda tangani surat tanda terima penutupan, Selasa (1/1/2019).

Bahkan dalam kesempayan itu, Lina sempat enggan menanda tangani surat tanda terima yang disodorkan. Ia beralasan mau membaca isi surat yang berada di dalam map, sekalipun akhirnya ia harus menanda tanganinya.

“Jadi sesuai pembicaraan sebelumnya, mulai saat ini karoke di tempat ini ditutup dan tidak ada lagi tawar menawar. Itu map yang kami sodorkan sebagai tanda bukti penerimaan saja,” ungkap Bupati Pamekasan Badrut Tamam.

Selain Hotel dan Restoran Putri di Jl Trunojoyo, pemkab juga menutup empat lokasi hiburan dan karaoke lainnya. Meliputi Kafe Kampung Q-ta di Jl Wahid Hasyim, Kafe Pujasera di Jl Niaga, Kafe & Resto King Wan di Kelurahan Kolpajung, dan Karaoke Dapur Desa di Jl Raya Trasak, Kecamatan Pademawu.

Dalam kesempatan itu, Bupati Badrut Tamam didampingi Wakil Bupati Raja’e beserta Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, Dandim 0826 Letkol Inf M Efendi, Pj Sekda Pamekasan Mohammad Alwi, serta jajaran pimpinan Satpol PP Pamekasan.

Tidak hanya itu, proses penutupan juga diikuti sejumlah pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Pamekasan. Di antaranya Laskar Pembela Islam (LPI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) serta jajaran ormas lainnya. [pin/ted] 

Apa Reaksi Anda?

Komentar