Politik Pemerintahan

Kerjasama dengan Kementan RI

Pemkab Mojokerto Kembangkan 5 Varietas Padi dengan Metode Tanam Jarwo

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat tanam padi perdana Demfarm varietas bibit unggul di persawahan Desa Sadartengah Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia tanam padi perdana Demonstran Usaha Petani (demfarm) varietas bibit unggul di persawahan Desa Sadartengah Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Lima varietas padi yang ditanam pada kegiatan kali ini, antara lain Inpari IR Nutri Zinc yang dikenal tahan stunting tanaman (kerdil), Pamelen atau Padi Merah Pulen, Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 45 Dirgahayu. Lima varietas tersebut akan ditanam pada lahan seluas 7,5 hektar.

“Yakni dengan metode tanam jajar legowo (jarwo). Metode ini dinilai mampu meningkatkan hasil panen kurang lebih 30 persen, dibanding yang tidak menerapkan,” kata Kepala Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Catur Hermanto, Jumat (11/6/2021).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Setia Puji Lestari berharap agar kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu langkah memaksimalkan potensi hasil pertanian daerah. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan Kabupaten Mojokerto.

“Langkah ini harus kita laksanakan dengan gotong royong dan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengapresiasi inisiatif demfarm, dengan pesan penting agar dapat dilakukan pemetaan ke depan. Artinya petani lebih memperhatikan lahan dan suplai ketersediaan air.

“Agar bisa mengidentifikasi potensi lahan dan metode tanam yang cocok untuk diaplikasikan. Lakukan pemetaan skala prioritas. Kita lihat dulu, sawah mana saja yang dapat ditanami dengan inovasi ini. Nanti kalau memerlukan irigasi dan teknis lain, bisa dikomunikasikan dengan PUPR ataupun dinas terkait lainnya,” ujarnya.

Bupati menambahkan, saat ini Kementerian Perdagangan memiliki program percepatan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG). Kehadiran SRG diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani. SRG dapat menjadi instrumen yang memberikan manfaat berupa sarana pembiayaan serta sarana tunda jual untuk perdagangan komoditas.

Banyak komoditas yang dapat diresigudangkan seperti gabah, beras, jagung, bawang merah, gula, garam dan beberapa komoditas lainnya. SRG memerlukan dukungan dan sinergi Pemerintah, baik Pusat dan Pemerintah Daerah.

“SRG menjadi salah satu solusi agar hasil panen tidak terjual murah. Karena biasanya jika hasil panen berlimpah, harganya menjadi murah. Di SRG inilah ada fungsi tunda jual,” tegasnya.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, Kapolres Mojokerto yang diwakili Kapolsek Mojoanyar serta Dandim 0815 yang diwakili Danramil Mojoanyar. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar