Politik Pemerintahan

Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019

Pemkab Mojokerto Hadirkan Trainer Diah Gardenia

Peringatan Hari Ibu ke-91 Kabupaten Mojokerto di Pendapa Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ibu adalah arsitek peradaban dunia, dari tangan dinginnya, anak-anak cerdas dan berkarakter bisa terbentuk. Apalagi mendidik anak di era 4.0, yang penuh tantangan sekaligus beriringan dengan peluang. Motivasi ini diangkat trainer sekaligus konsultan pengembangan diri Diah Gardenia, pada Peringatan Hari Ibu ke-91 Kabupaten Mojokerto di Pendapa Graha Maja Tama pemkab.

“Generasi 4.0 terhubung dengan big data. Artinya apapun itu sudah digital dan internet. Untuk memahami anak-anak kita, para orang tua juga harus paham dulu (4.0). Namun lebih dari itu, seorang Ibu harus bisa menanamkan respek pada anak. Bentuklah karakter anak Anda, karena Andalah arsiteknya,” ungkapnya, Senin (16/12/2019).

Masih kata Diah, keberhasilan seseorang, 80 persen berasal dari softskillnya. Softskill tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi, penampilan, leadership, etika, etiket atau golden rules, juga karakter diri. Menurutnya, digitalisasi sedikit banyak telah ikut mengeliminasi manners (tata krama), termasuk unggah-ungguhan.

“Padahal kunci keberhasilan adalah 80 persen menguasai softskill berkomunikasi. Jadi kita sebagai Ibu, sangat penting untuk menanamkan itu sedini mungkin pada anak,” katanya.

Pada peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 yang mengangkat tema ‘Perempuan Berdaya Indonesia Maju’, Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi yang diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Mojokerto, Didik Chusnul Yakin, turut menyampaikan beberapa pesan bermakna terkait Hari Ibu.

“Saya apresiasi tema peringatan Hari Ibu tahun ini. Tema ini tepat, mengingat posisi perempuan dan anak yang rentan menjadi objek kekerasan. Jadikan keluarga sebagai pilar pencegahan kekerasan. Peran Ibu memang sangat diharapkan di tengah krisis moral dan maraknya kekerasan, pornografi, dan pornoaksi. Perempuan masa kini sudah setara dengan laki-laki,” ujarnya.

Senada dengan Didik Chusnul Yakin, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Yayuk Ismawati Pungkasiadi, pada sambutannya juga menilai sosok ibu sebagai sosok pemikul tanggungjawab yang tidak terbatas. “Ibu tidak terbatas pada urusan rumah tangga. Ibu sekarang bisa membantu ayah mencari nafkah. Namun tetap berpegang teguh pada kodratnya,” tuturnya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Ketua DWP Diah Ratna Herry Suwito, Ibu-ibu Persit, para Ketua TP PKK Kecamatan dan desa, kader PKK, juga anggota GOW dan Perwosi. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar