Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkab Mojokerto Gelar Rapat Operasional Pembinaan Kader PPKBD dan Sub PPKBD untuk 4 Kecamatan

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat memberikan paparan terkait peran PPKBD di Kantor Kecamatan Pacet. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar rapat operasional pembinaan kader Pembantu Penyuluh Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD Kabupaten Mojokerto. Rapat operasional pembinaan untuk memberikan pembekalan dan pembinaan kepada kader digelar di Kantor Kecamatan Pacet.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, memberikan paparan terkait peran PPKBD dalam melaksanakan program Tribina yakni BKB (Bina Keluarga Balita), BKL (Bina Keluarga Lansia) dan BKR (Bina Keluarga Remaja). Terutama dalam menyelesaikan permasalahan keikutsertaan masyarakat di Kabupaten Mojokerto yang masih minim.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menjelaskan, peran sebagai kader PPKBD ialah menjadi Aksestor KB, dimana kader PPKBD harus tahu masyarakatnya yang masih menggunakan kontrasepsi jangka pendek untuk beralih ke kontrasepsi jangka panjang seperti KB implan, dan KB IUD.


“Kalau mereka sudah menggunakan KB yang IUD dan Implan, bagaimana caranya mereka jadi MOW atau MOP? Hal utama dalam melaksanakan suatu program, kader PPKBD maupun sub PPKBD harus mempunyai suatu data, dimana PPKBD harus tahu jumlah Kartu Keluarga di desanya, berapa banyak PUS,” katanya.

Masih kata Bupati, Pasangan Usia Subur (PUS) menggunakan KB apa saja dan berapa jumlah Kartu Keluarga (KK) yang belum mengikuti program KB. Menurutnya, data tersebut yang menjadi dasar agar kader PPKBD maupun sub PPKBD bisa bekerja secara profesional. Selain program KB, para kader PPKBD juga melaksanakan program lain.

“Yakni Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan juga melaksanakan kegiatan Tribina. Dari tiga kegiatan BKB, BKR, dan BKL yang telah dilaksanakan, yang paling sedikit presentase masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yakni di BKR,” tuturnya.

Menurutnya, pemahaman partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam menyukseskan suatu kegiatan Tribina yang dilaksanakan oleh kader PPKBD. Jika masyarakat mau datang dan bergabung, maka kegiatan akan jalan dan kader PPKBD maupun sub PPKBD tinggal menyiapkan materi-materi dan mengajak berdikusi.

Dalam menyelesaikan permaslahan partisipasi masyarakat dalam kegiatan BKR bisa meningkat, Bupati akan terjun langsung untuk memberikan materi terkait pelaksanaan kegiatan BKR di masyarakat. Kegiatan BKR akan dilaksanakan di 18 desa di setiap kecamatan se-Kabupaten Mojokerto.

“Pemahaman Program BKR ini harus dilaksanakan dan menjadi perhatian khusus, dimana maraknya kasus penjualan dan penyebaran pil dobel L dan kasus pemerkosaan pada remaja, ini menjadi suatu permaslahan yang sangat penting, bagaimana peran orang tua dalam menjaga anak remajanya selamat sampai dewasa,” ujarnya.

Kegiatan rapat operasional pembinaan kader PPKBD dan Sub PPKBD Kabupaten Mojokerto tersebut diikuti sebanyak 80 peserta. Sebanyak 80 peserta tersebut beradal dari Kecamatan Pacet, Kecamatan Gondang, Kecamatan Jatirejo dan Kecamatan Trawas. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar