Politik Pemerintahan

Pemkab Mojokerto Alokasikan Rp22,2 miliar Atasi Masalah Sosial Ekonomi

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto mengalokasi anggaran sebesar Rp22,2 juga untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi masyarakat akibat dampak masa pandemi virus corona (Covid-19). Khususnya bagi para pekerja sektor ekonomi riil seperti pedagang kali lima (PKL), industri kecil menengah (IKM) atau pekerja informal.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, Rp22,2 miliar tersebut masuk dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang akan dikucurkan dalam waktu dekat untuk mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat. “Anggaran tersebut hasil refocusing APBD TA 2020 untuk penanganan dan percepatan covid-19 yang totalnya mencapai Rp46,2 miliar,” ungkapnya, Jumat (17/4/2020).

Dari anggaran tersebut, nantinya akan diwujudkan dalam bentuk bantuan bagi penduduk miskin. Khususnya para pekerja di sektor informal yang dinilai terdampak paling parah atas situasi pandemi. Seperti para PKL imbas penutupan wisata sehingga berpengaruh terhadap omset penjualan barang dagangannya serta UKM/IKM atau buruh kasar.

“Hasil refocusing akan dibagi untuk penanganan kesehatan Rp22 miliar, BOP gugus tugas Rp2 miliar dan program jaring pengaman Rp22,2 miliar. Saat ini, pendataan sudah disampaikan masing-masing pemerintah desa (pemdes) untuk disetorkan nama-nama penduduk yang berhak menerima bantuan,” jelasnya.

Selain itu, Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga sudah dikucukan untuk membantu perekonomian 57 ribu Kepala Keluarga (KK). Pemkab kini juga mendapat tambahan lagi dari dua jenis program bantuan sosial untuk 11 ribu KK warga miskin di Kabupaten Mojokerto.

“Kita juga mengajukan bantuan lagi. Sebut saja bisa untuk mencukup 10 ribu KK. Bantuan dari pemda itu nanti bagi penduduk yang tidak tercatat di PKH dan BPNT,” tegasnya.

Jumlah warga miskin berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto mencapai 9,75 persen atau sekitar 115 ribu jiwa dari total penduduk 1,2 juta.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar