Politik Pemerintahan

Pemkab Malang Upayakan 7.000 Pelaku Usaha Dapat Bantuan Modal

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang berupaya membantu para pelaku usaha yang tergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah-red), segera dapat bantuan modal. Apalagi, ditengah pandemi Covid-19 ini, mayoritas usaha menjadi lesu. Untuk membangkita gairah ekonomi, stimulus dari pemerintah sangat diharapkan pelaku UMKM.

Bentuknya, berupa bantuan permodalan seperti Banpres (Bantuan Presiden) sebesar Rp 2,4 juta untuk diberikan bagi pelaku UMKM. Mekanismenya, dicairkan melalui Perbankan. Menggandeng OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) untuk pendataan.

“Karena ini Pemkab Malang juga punya andil penyertaan modal ke pihak Perbankan sebesar Rp 100 Miliar kalau gak salah. Sehingga, bisa untuk membantu pelaku usaha atau UMKM untuk mengajukan modalnya ke perbankan dengan bunga 0,2 persen tanpa agunan di bawah Rp 50 juta,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM), Pantjaningsih Sri Redjeki, Minggu (30/8/2020).

Persyaratannya cukup mudah. Yakni KTP, KK, surat keterangan yang dikeluarkan pemerintah desa dan legalitas usaha. “Setiap pelaku usaha kan biasanya mesti punya. Seperti IUM (Izin Usaha Mikro), PIRT kalau usaha makanan dan lainnya. Tapi minimal, paling tidak ada izin terkait usaha yang bersangkutan dan diketahui sudah ada omsetnya,” tegasnya.

Bantuan dari Pemerintah Pusat, sambung Panjtaningsih, ada sekitar 12 juta UMKM se Indonesia yang akan diberikan bantuan modal. Masing-masing menerima Rp 2,4 juta. “Itu bantuan dari Koperasi dan Usaha Mikro. Sementara ini sudah kita (Pemkab Malang) ajukan 3.600 pelaku usaha. Itu bukan kredit. Itu bantuan modal, Rp 2,4 juta per pelaku usaha. Tapi itu harus ada ijin usaha, tidak punya tanggungan di bank, dan tabungan harus di bawah Rp 2 juta. Tapi kita masih mengajukan lagi. Nanti sampai tujuh ribu kuota kita. Mudah-mudahan cair dan terealisasi semua,” pungkasnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar