Politik Pemerintahan

Pemkab Malang Siapkan Rumah Sementara Korban Gempa, Satu Rumah: Rp 14 Juta

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang akan menyiapkan rumah sementara bagi korban gempa bumi. Alokasi anggaran pembuatan rumah tinggal sementara itu, diambilkan dari Biaya Tak Terduga atau BTT Pemkab Malang 2021. Besara biaya untuk satu rumah tinggal sementara dianggarkan Rp 10 juta hingga Rp 14 Juta per unit atau satu rumah yang rusak parah bagi korban gempa.

“Akan kita segerakan untuk membuat rumah tjnggal sementara, anggarannya melalui BTT,” ungkap Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Kamis ,(15/4/2021).

Kata Didik, rumah warga yang tadinya berdiri kokoh, sekarang luluh lantah akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo pads Sabtu (10/4/2021) lalu. “Rumah sementara akan kami bangun beberapa hari kedepan dengan anggaran dari BTT sejumlah Rp 10 sampai Rp. 14 juta per unit, insya allah itu cukup buat tempat mereka tinggal sementara,” tegasnya.

Didik melanjutkan, sembari menunggu proses, dirinya tetap menyarankan masyarakat untuk sabar berteduh di tenda darurat dahulu. “Dengan lokasi seperti ini tidak dimungkinkan untuk menyewa tempat, sebab hampir semua bangunan roboh di Sumbertangkil, Tirtoyudo, makanya sambil menunggu proses pembangunan, masyarakat di tenda darurat dulu,” paparnya.

Tenda yang digunakan adalah tenda kecil yang jumlahnya juga terbatas, sebab untuk mendirikan tenda besar, lokasi gempa tidak memadai.

Didik melanjutkan, dari segi kesehatan, petugas kesehatan yang stand by di lokasi bencana dengan tujuan untuk tetap waspada apabila ada keluhan dari para korban. “Pemkab sedang berupaya melakukan penanganan dini dengan berbagai cara, ini petugas kesehatan juga siap siaga, kalau ada keluhan gangguan kesehatan dari masyarakat dapat langsung ditangani,” ucapnya.

Didik menambahkan, hasil tinjauannya beberapa hari belakangan ini, belum ada keluhan dimasyarakat perihal kondisi kesehatannya. “Mungkin beberapa hari ini belum tampak keluhan kesehatan pada korban. Kedepannya pasti ada sebab kondisi tempat tinggal masyarakat yang memprihatinkan, sehingga akan berdampak pada kesehatan mereka. Maka dari itu saya ingin petugas kesehatan tetap siaga,” pungkas Didik. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar