Politik Pemerintahan

Pemkab Malang Mulai Berlakukan Village Physical Distancing

Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 378 desa dan 12 kelurahan di wilayah Kabupaten Malang akan mulai menerapkan kebijakan Village Physical Distancing (VPD).

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan VPD mulai akan diterapkan pada Rabu (15/4/2020). Yang artinya, seluruh pemerintah desa dan kelurahan mengharuskan warganya untuk membatasi aktifitasnya.

Untuk itu, nantinya seluruh orang yang masuk ke dalam suatu desa akan dilakukan screening, yakni dengan mengukur suhu tubuh. Selain itu, juga akan dilakukan pendataan terkait riwayat kesehatan dan riwayat perjalanannya.

“Rencananya mulai hari ini akan segera diberlakukan Village Physical Distancing, pemasangan portal dan check point di pintu masuk masing-masing desa. Artinya, semua yang masuk di suatu wilayah desa akan di screening dan dilakukan pendataan riwayat perjalanan dan kesehatannya,” terang Sanusi, Rabu (15/4/2020).

Sanusi menegaskan, saat ini pihaknya juga masih mematangkan kesiapan safe house yang akan ditempatkan di masing-masing kecamatan. Dimana nantinya, safe house tersebut akan diperuntukkan sebagai tempat karantina bagi pendatang yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang, terutama pendatang yang berasal dari zona merah.

“Semua kecamatan harus sudah punya safe house, termasuk ditingkat desa juga kami imbau supaya menyiapkan tempat karantina bagi warganya yang baru datang daru wilayah zona merah,” bebernya.

Sanusi juga memerintahkan agar seluruh aparat desa untuk tidak pergi ke wilayah-wilayah beresiko selama pandemi Covid-19 ini. Hal itu dimaksudkan untuk menekan potensi wabah Covid-19 agar penyebarannya tidak semakin meluas.

“Yang baru datang dari luar daerah kami karantina, maka yang hendak keluar daerah juga harus kami batasi, hanya boleh untuk mereka yang sedang menghadapi situasi darurat atau aparat yang bertugas,” tegasnya. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar