Politik Pemerintahan

Transisi New Normal

Pemkab Malang Imbau Pedagang Pasar Patuhi Protokol Kesehatan

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang menerapkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Dengan Perbup itu, maka pemerintah setempat menerapkan pada pedagang pasar dan pembeli untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, Rabu (3/6/2020) menegaskan, penerapan Perda Nomor 20 Tahun 2020 terutama kepada pedagang pasar, hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang.

Salah satu aturan dalam Perbup itu, seperti untuk masuk pasar hanya dibuka satu pintu dan begitu juga keluar pasar hanya melalui satu pintu. “Sebelum pembeli masuk pasar diwajibkan memakai masker, cuci tangan yang sudah disediakan oleh pengelola pasar, dan juga wajib jaga jarak,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, pedagang yang berada didalam pasar juga wajib memakai masker dan sarung tangan. Apabila tidak memiliki sarung tangan bisa menggunakan plastik atau bisa memakai tas kresek, sehingga satu kali pemakaian dan setelah itu dibuang.

Sedangkan dalam Perbup tersebut juga mengatur sanksi bagi pelanggar selama diterapkan New Normal. Dimana salah satu bentuk sangsinya adalah, pelanggar akan ikut kerja sosial. Karena penerapkan New Normal pasca PSBB di Kabupaten Malang, bukan berarti Covid-19 sudah lenyap dari wilayah kabupaten.

“Pelaksanaannya akan kita serahkan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) serta masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar. Sehingga bagi yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi,” tegas Wahyu.

Masih kata Wahyu, selama penerapan New Normal di pasar, nantinya juga akan dilakukan patroli, baik dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) maupun dari petugas UPT Pasar itu sendiri, yang dilakukan secara berkala yakni 1-2 jam.

Termasuk saat diberlakukan PSBB beberapa waktu lalu, Pemkab Malang juga sudah menerapkan ganjil genap kepada toko atau kios dalam pasar. Dimana tujuannya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Wahyu menambahkan, bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) juga sama harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan sarung tangan. Sehingga semua pedagang di pasar wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah diatur dalam Perbup. “Yang jelas antara pedagang dan pembeli di pasar, kesemuanya wajib patuhi protokol kesehatan, jika tidak ingin terkena sanksi,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar