Politik Pemerintahan

Pemkab Malang Berniat Beli Mesin ADM, Anjungan Dukcapil Mandiri

Malang (beritajatim.com) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang berencana membeli mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Pengadaan mesin pembuat administrasi kependudukan tersebut bakal dilakukan melalui Corporate Social Responbility (CSR) atau lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun 2020.

“Kami baru mau mengusulkan pengadaan. Usulannya bisa melalui CSR atau PAK di bulan Juni. Jadi nanti prosesnya bisa selesai sekitar bulan Oktober,” kata Kepala Dinas Dispendukcapil Kabupaten Malang, Sri Meicharini, Selasa (4/2/2020).

Rini, sapaan akrabnya, menjelaskan pengadaan mesin ADM ini nantinya bakal langsung melalui e-katalog. Sehingga, pihaknya bisa langsung membeli mesin tersebut.

“Pengadaannya itu bukan lelang tapi lewat e-katalog. Jadi kita belinya langsung ke penyedia,” bebernya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) meluncurkan mesin ADM di Grand City Surabaya, Jumat 31 Januari 2020 lalu. Jatim menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan implementasi layanan yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri ini.

Dengan adanya mesin ADM ini, masyarakat dapat secara mandiri mencetak dokumen kependudukan dalam waktu cepat dan dapat dilakukan dari mana saja sesuai QR Code yang sudah diregistrasi di Dispendukcapil setempat. Mulai dari mencetak KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Akta Kematian.

“Fungsinya mesin ini hanya untuk mencetak dokumen kependudukan saja. Untuk Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran itu cetaknya hanya memakai kertas putih ukuran A4,” ujarnya.

Pencetakan dokumen melalui ADM memang tidak menggunakan kertas berlogo sekuritas sebagaimana saat pengurusan manual. Meski begitu, dokumen yang dicetak mesin ADM ini dipastikan tetap sah.

“Sekuritasnya ditandatangani secara elektronik. Jadi dokumen tersebut tetap sah. Dengan adanya mesin ADM ini bisa memudahkan masyarakat,” pungkas Rini. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar