Politik Pemerintahan

Pemkab Kediri Renovasi 600 Unit Rumah Tidak Layak Huni

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melanjutkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Tahun 2020. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pemkab akan merehabilitasi ratusan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepala Bidang Permukiman dan Perumahan Dinas Perkim Kabupaten Kediri, Ir. Herianto, MM, pada tahun ini Kabupaten Kediri menerima alokasi sekitar 600 unit. Terdiri dari kategori T-1 sebanyak 155 unit, T0 334 unit dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 122 unit.

“Untuk kategori T-1, sudah diproses dan hamper selesai. Sedangkan T-0 baru mulai, karena SK tambahan dari pusat turunnya belakangan. Baru kali ini sosialisasi. Sementara dari DAK belum, akan kita segerakan karena persyaratan SK-nya sudah,” ujar Ir. Herianto, MM di Kantor Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem.

Dinas Perkim melakukan sosialisasi BSPS kepada masyarakat penerima manfaat. Di Desa Kwadungan, penerima sebanyak 14 orang. Mereka berasal dari mayoritas warga kurang mampu yang masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT).

Masih kata Heri, program peningkatan perumahan swadaya ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah. Pemeritah merenovasi rumah RTLH dengan pemberian dana stimulant sebesar Rp 17.500.000.

“Pemerintah memberikan dana stimulant untuk rehab. Besarannya Rp 17.500.000. Berupa material Rp 15.000.000 dan sisanya ongkos tukang Rp 2.500.000. Penerima manfaat harus menyediakan dana swadaya pembangunan dengan besaran sesuai kemampuan,” terang Heri.

Terpisah, Kepala Desa Kwadungan, Abdul Khamid mengaku bersyukur, masyarakatnya menerima bantuan BSPS. Mereka benar-benar dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan bantuan tersebut.

“Alhamdulillah Desa Kwdugan menerima 14 penerima manfaat. Ini sudah divalidasi. Karena penerima manfaat memang layak untuk mendapatkan. Usulannya ada 20-an. Hanya saja beberapa sudah mendapatkan program bedah rumah lain,” ujar Abdul Khamid.

Masih kata Abdul Khamid, masih banyak warganya yang tinggal di rumah tidak layak huni. Mereka membutuhkan sentuhan bantuan rehabilitasi seperti BSPS. Pihak Pemdes Kwadungan berusaha untuk mengakses anggaran untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal warga.

Sementara itu dari data lama Dinas Perkim Kabupaten Kediri, jumlah RTLH di Kabupaten Kediri masih cukup besar, sekitar 24 ribu unit. Namun data tersebut kini masih dalam proses validilasi untuk mendapatkan jumlah riil. [adv kominfo/nm]

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar