Politik Pemerintahan

Pemkab Kediri Kirim 2.000 Masker untuk Warganya di Cina dan Hongkong

Kediri (beritajatim.com) – Para pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan masker akibat dari pengaruh virus corona. Mereka mendapat masker dalam jumlah terbatas dengan harga yang tinggi.

Salah satunya Andri. Dia mengatakan harga satu boks masker isi 50 berharga mencapai Rp 500 ribu. Padahal harga normalnya di bawah Rp 200 ribu.

“Kita harus membeli sendiri. Itupun jumlahnya sangat terbatas. Kita beli di sebuah kios, namun tidak bisa setiap hari,

Andri yang berasal dari Kediri, Jawa Timur ini sudah tinggal di Hongkong selama kurang lebih 3 tahun. Dia bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT).

“Untuk beli masker kita harus antre panjang hingga berjam-jam. Itupun masih harus berebut,” imbuh ibu satu anak ini.

Andri merupakan satu dari lebih 170 ribu orang pekerja migran Indonesia yang tinggal di Hong Kong. Ia harus mengirim masker dari Indonesia ke Hong Kong akibat mahal dan sulitnya mendapatkan masker.

Sementara itu, pasca merebaknya virus corona, masyarakat Kabupaten Kediri yang memiliki kerabat di negara-negara Asia Pasifik merasa was-was. Terlebih lagi, mereka menjadi PMI di Cina dan Hongkong.

Menindaklanjuti kesulitan masker bagi masyarakatnya yang sedang berjuang di luar negeri tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri langsung bergerak cepat. Pemkab mengirimkan sebanyak 2 ribu masker kepada mereka yang berada di Hongkong.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan mengatakan, pemkab sangat berempati dengan kondisi yang terjadi di Cina dan Hongkong. Untuk itu, pihak Pemkab Kediri memberikan bantuan masker kepada warganya.

“Harapan kami, bantuan masker tersebut bisa bermanfaat untuk warga Kabupaten Kediri yang berada di Hongkong dan Cina,” harapnya. [adv kominfo/nm].





Apa Reaksi Anda?

Komentar