Politik Pemerintahan

Pemkab Kediri Gelorakan Sistem Pertanian Organik 

Kediri (beritajatim.com) -Di awal 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan gencar mengajak petani untuk mengubah pola sistem tanam dari yang anorganik menjadi pertanian organik. Salah satu program yang saat ini digagas yakni pembelajaran pertanian organik melalui sekolah lapang.

Melalui program ini petani bukan hanya belajar tentang teknik pertanian organik, namun juga bisa meningkatkan keterampilan mereka dalam berbagai bidang seperti pengolahan tanah, pembibitan, perawatan hingga penjualan hasil pertanian organik.

Tujuan diadakan Sekolah Lapang ini yakni memberikan pengetahuan dan keterampilan petani. Yang dimaksud pengetahuan dalam hal ini pengamatan potensi daerah asal petani tersebut dan juga perencanaan pengembangan tanaman organiknya, serta keterampilan mengindentifikasi permasalahan lahan dan juga tanaman.

Sehingga jika para petani menguasai beberapa hal tersebut maka jika terjasi suatu permasalahan terhadap tanaman, maka akan dengan sendirinya bisa memecahkan persoalan tersebut.

Tri Retnani Yuni Astuti, Kepala Bidang Pangan Dipertabun Kabupaten Kediri mengungkapkan, banyak hal yang bisa diperoleh petani melalui program sekolah lapang ini. Keseluruhannya bertujuan agar budidaya tersebut lebih efisien, produksinya lebih tinggi serta berkelanjutan agar bisa meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

“Dari pembelajaran sekolah lapang ini berbeda dengan kegiatan lain karena dalam pelatihan ini ada objek yang dipelajari, sehingga petani bisa langsung praktek. Selain itu materinya juga berbobot, mulai dari proses persiapan pembenihan hingga analisa organik,” terang Yuni.

Lebih lanjut Yuni juga menjelaskan detail materi pelatihan. “Beberapa materi yang kami berikan antara lain, persiapan pembenihan dan perlakuan benih, persiapan lahan, sistem tanam dan pemupukan, pembuatan dekomposer dan MOL, Pembuatan bahan organik padat dan cair, pengenalan dan pengendalian OPT, pembuatan pestisida nabati, pembuatan agen hayati dan analisa usaha tani,” ucapnya.

Dengan materi yang menarik tersebut, Dinas Pertanian dan Perkebunan berharap para petani yang sebelumnya melakukan pengolahan menggunakan sistem anorganik lambat laun akan tertarik dan beralih menggunakan sistem organik.

“Sistem ini diharapkan bisa menarik minat petani menggunakan teknik organik, karena banyak hal yang bisa di dapat antara lain kualitas tanah lebih sehat, pupuk yang digunakan alami dan mudah diperoleh, serta hasil tanamannya juga lebih sehat karena hanya sedikit yang tercampur pestisida,” tutup Yuni.

Pelatihan sekolah lapang yang diselenggarakan di Desa Banaran, Kecamatan Kandangan ini akan dilakukan sampai 4 bulan kedepan, yakni 14 April 2021. Pertemuan dilakukan seminggu sekali dengan materi yang berbeda dan juga para peserta yang berbeda. Pemilihan Kecamatan Kandangan lantaran banyak embrio petani yang sudah beralih ke sistem organik ini. [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar