Politik Pemerintahan

Pemkab Kediri Gelar Pelatihan Pencegahan Kerawanan Pangan bagi Peternak

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menyelenggarakan acara pelatihan pencegahan kerawanan pangan. Acara yang di gelar di Balai Pelatihan Pertanian Kecamatan Wates  ini, difokuskan kepada warga yang kesehariannya berprofesi sebagai peternak kambing maupun sapi.

Dalam pelatihan ini di berikan sejumlah materi antara lain Manajemen budidaya beternak kambing dan sapi dengan mendatangkan pemateri dokter hewan sebagai pemateri, Manajemen kesehatan ternak dan pengelolaan limbah sampah ternak untuk pupuk dengan pemateri Penyuluh Pertanian Lapangan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (PPL) Kabupaten kediri.

Tujuan dari acara ini agar peternak lebih maksimal dalam tata pengelolaan ternak baik hasil ternaknya sendiri maupun limbah ternak karena di Kecamatan Wates potensi peternakan sangat besar dengan didukung sumber daya alam yang melimpah. Menurut Arief Gunawan Camat Wates yang juga hadir untuk membuka acara ini, jika pentingnya kegiatan pelatihan untuk petani maupun peternak agar mereka bisa mengembangkan hasil ternaknya agar lebih produktif lagi.

“Setelah mendapatkan materi saya berharap para peternak bisa mengembangkan ketahanan pangannya sendiri terlebih di saat musim pandemi saat ini utamanya bisa mengolah limbahnya menjadi barang yang berguna seperti pupuk organik maupun pupuk kompos,” kata Camat Arif.

Sementara itu Arba’i Tim tekhnis pengembangan pangan usaha mandiri Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan mengatakan jika materi ini sangat penting dan harus segera di berikan kepada peternak agar jika para petani sedang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk, alternatif terbaik untuk penyubur tanaman yaitu dari Limbah kotoran ternak.

“Jika peternak mengaplikasikan materi ini dalam kesehariannya bukan tidak mungkin akan menguntungkan petani juga, mengingat saat ini terjadi pembatasan pupuk bersubsidi yang berakibat sebagian petani kesulitan mendapatkan dan dengan pupuk kompos maupun pupuk organik dari limbah kotoran bisa menutup kebutuhan petani,” ucap Arba’i.

Selain mendapatkan materi seputar ketahanan pangan, para peserta juga mendapatkan bantuan alat peternakan seperti Sepatu boor pertanian, Topi, Sarung tangan dan juga Sabit. Agar materi tentang pengolahan limbah ternak bisa maksimal, Pemateri juga mengadakan praktek langsung dengan disaksikan peserta tentang mencampur bahan bahan yang digunakan sebagai pendukung agar pupuk kompos bisa maksimal saat digunakan.

“Pengelolaan limbah ternak kalau tidak diolah dapat mendatangkan penyakit, sedangkan kalau di olah bisa menghasilkan rezeki.” Tutup Arba’i sambil tersenyum. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar