Politik Pemerintahan

Tingkatkan Kesejahteraan Warganya

Pemkab Kediri Canangkan Kampung KB 2019

Kediri (beritajatim.com) – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri menggelar acara Pencanangan Kampung KB 2019.

Acara tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Ringinrejo. Turut hadir pada kesempatan ini perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur H. Yenrizal Makmur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. Edy Yuwono, MT., serta Kepala SKPD dan para Camat.

Plt. Kepala DP2KBP3A dr. Nur Wulan Andadari dalam laporannya menyampaikan, Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat desa yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga bersama sektor terkait, yang dilaksanakan secara sistematis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program kependudukan, KB dan pembangunan sektor terkait.

“Saat ini di Kabupaten Kediri terdapat 52 Kampung KB dan pada acara ini akan dicanangkan sebanyak 30 Kampung KB. Sebagai pertimbangan pemilihan desa adalah desa stunting, desa yang merupakan percontohan KB, desa percontohan UPTKS dan desa yang capaian KKBPK nya masih belum optimal,” kata dr. Nurwulan.

Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur H. Yenrizal Makmur menjelaskan, Kampung KB adalah program dari Presiden RI Joko Widodo. Hal yang melatarbelakanginya adalah hasil blusukan Presiden ke desa-desa dan melihat ada sebuah keluarga yang tergolong tidak mampu, tapi memiliki anak yang cukup banyak. Akhirnya terbentuklah Kampung KB yang diharapkan mampu menekan angka kelahiran di desa-desa sehingga masyarakat semakin sejahtera.

“Untuk mendukung kegiatan Kampung KB, dibentuklah kader-kader yang bertugas memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mensukseskan program KB yaitu 2 anak cukup. Dengan 2 anak akan lebih fokus, mulai dari pengasuhan atau kecakapan hidup hingga nanti dalam bidang pendidikan. Dengan program ini pula, angka stunting dapat ditekan dan semakin tahun bisa berkurang,” ungkapnya.

Yenrizal Makmur juga menekankan pentingnya pengetahuan pasangan suami istri terhadap pemenuhan gizi, baik untuk program kehamilan hingga 2 tahun pertama kehidupan anak. 1000 HPK (hari pertama kehidupan) ini adalah periode emas bagi tumbuh kembang anak. Ia berharap para kader harus bisa melakukan pendampingan kepada keluarga khususnya ibu hamil hingga melahirkan.

Sementara itu Bupati Kediri melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Edy Yuwono, MT mengatakan, pembangunan pada dasarnya adalah membangun manusia di semua sisi kehidupannya, baik fisik dan mental spiritualnya.

Untuk menyentuh seluruh sisi kehidupan manusia, maka pembangunan tidak dapat dilaksanakan oleh satu dinas saja. Melainkan harus dilaksanakan oleh seluruh dinas, lembaga dan organisasi yang ada. Karena itulah diluncurkan program Kampung KB di seluruh Indonesia.

“Kampung KB adalah wadah untuk membangun manusia seutuhnya dimana semua yang terkait pembangunan manusia dilibatkan secara aktif. Masyarakat turut dilibatkan sebagai subyek dan obyek pembanguanan sehingga yang dilaksanakan tepat sasaran dan efektif,” kata Edy.

“Kabupaten Kediri sampai saat ini telah membentuk 82 Kampung KB yang diharapkan menjadi titik pembangunan desa yang lengkap dan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya,” pungkas Asisten. [nng/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar