Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkab Jember Verifikasi Dokumen Perizinan Seluruh Tambak di Pesisir Selatan Pekan Depan

Bupati Hendy Siswanto (putih) memimpin rapat dengan pengusaha tambak.

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan memverifikasi dokumen perizinan seluruh tambak yang beroperasi di pesisir selatan, pekan depan. Demikian dikemukakan Bupati Hendy Siswanto, usai bertemu dengan sejumlah pengusaha tambak di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (15/9/2021).

Masalah perizinan tambak tengah jadi sorotan publik. Menurut data Pemkab Jember, ada 18 usaha tambak saat ini yang beroperasi dengan luas lahan sekitar 173 hektare. Dari 18 usaha itu, mayoritas tidak berizin dan berada di sepadan pantai, dengan usia operasi rata-rata 6 bulan hingga dua tahun. Sebanyak 10 usaha di antaranya menamakan diri tambak rakyat, dengan luas lahan paling kecil 600 meter persegi dan paling luas 3,5 hektare.

“Senin (20/9/2021), insya Allah, kami berharap berjumpa langsung dengan para pemilik tambak. Kami akan minta dokumen yang dimiliki dan melihat langsung tambaknya, apakah ada hal yang kurang baik dan kurang sempurna, atau belum, nanti akan kami cerk satu per satu,” kata Hendy.

Nantinya seluruh data dan dokumen itu akan dibahas. “Hari Senin nanti kita ketemu bagaimana agar regulasi ini dipatuhi warga Jember, dipatuhi seluruh investor. Siapapun tidak boleh melanggar regulasi, termasuk pemerintah. Semangatnya ke sana. Siapapun akan dibantu sepanjang sesuai aturan regulasi,” kata Hendy.

Hendy menjelaskan, pemkab sedang menertibkan pesisir pantai selatan, mulai dari perbatasan dengan Banyuwangi hingga perbatasan dengan Lumajang. “Supaya semua tidak ada yang dirugikan. Kalau mau bekerja silakan, asal sesuai aturan yang ada,” katanya.

Handono, pengelola PT Windu Marina Sukses mengatakan, sudah beroperasi dua tahun dan mengurus semua perizinan. “Cuma satu yang kami masih dalam proses perizinan, yaitu pengelolaan limbah,” katanya.

Handono setuju, investor tambak harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. “Kami juga mengarah ke sana,” katanya. PT Windu Marina Sukses juga mengupayakan pengobatan gratis untuk warga sekitar area tambak.

Sementara itu, Neni dari CV Sejahtera mengatakan, tambaknya baru beroperasi bulan ini. “Surat-suratnya masih dalam proses pengurusan. Kami minta tolong jajaran pemerintah supaya tidak dipersulit. Urusan perizinan ini sepertinya sangat sulit. Kami pastikan selesai,” katanya. Ia siap menghubungi pemilik CV agar bisa hadir pekan depan.

Nawani, pemilik tambak rakyat Mojomulyo, menambahkan, usahanya sudah dibuka sejak 2015 dengan luas 750 meter persegi. “Terus terang, izin usaha dari kabupaten tidak ada. Cuma dari desa dan izin lingkungan lengkap,” katanya.

Nawawi juga belum mengurus instalasi pengolahan air limbah (IPAL). “Kalau memang diharuskan, saya akan buatkan,” katanya.

Hendy mengingatkan IPAL sangat penting. “Ini agar (limbah) tidak mengganggu ekosistem di laut,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar