Politik Pemerintahan

Pemkab Jember Salurkan Beras untuk 136 Ribu Keluarga

Bupati Hendy Siswanto berikan bantuan beras

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyalurkan bantuan beras untuk 136.016 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Per hari ketiga, Rabu (28/7/2021), beras dari Kementerian Sosial sudah terdistribusi ke 158 desa dan kelurahan di 22 kecamatan. Beras untuk warga di sembilan kecamatan sisanya akan didistribusikan pada Kamis dan terakhir Jumat,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Jember Widi Prasetyo.

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras. “Beras dikirim dari gudang Bulog yang tersebar di Jember, langsung ke desa dan kelurahan dan atau titik paling dekat dengan keluarga penerima manfaat,” kata Widi.

Pembagian dilakukan melalui penjadwalan agar tidak terjadi kerumunan. “Harapannya beras sampai ke kelurga penerima manfaat dan protokol kesehatan diperhatikan. Data penerimanya sudah ada by name dan by address di Kementerian Sosial,” kata Widi.

Selain bantuan dari Kementerian Sosial, Bupati Hendy Siswanto mengatakan, dari Dinas Sosial Jember sendiri ada bantuan beras untuk 17.525 keluarga penerima manfaat yang berasal dari beras cadangan pemerintah sebesar 100 ton di Badan Urusan Logistik.

Hendy juga manargetkan bantuan sosial untuk 100 ribu rumah yang terdampak Covid bisa tersalurkan paling lambat pada pertengahan Agustus 2021. “Terkait bantuan 100 ribu rumah, saya akan membuat kelompok kerja,” katanya.

Anggaran bantuan sosial untuk 100 ribu rumah ini berasal dari belanja tidak terduga (BTT). Satu paket bantuan untuk 100 ribu rumah bernilai Rp 250 ribu. “Kita rupakan beras, mi, kecap, dan lain-lain. Berasnya saya usahakan dibeli dari wilayah kita sendiri, Jember, dari petani-petani kita. Memang agak repot sedikit. Perlu penguatan dari ahli hukum, Pak Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) dan Pak Kapolres. Beli di toko-toko kelontong supaya uangnya berputar di Jember,” kata Hendy.

Nantinya bantuan ini akan dikemas sendiri oleh Pemkab Jember. “Perlu waktu. Repot sih. Tapi uang berputar di Jember, harus kita maksimalkan,” kata Hendy.

Bantuan untuk 100 ribu rumah ini juga menyasar untuk para karyawan pengusaha yang tergabung dalam PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia). “Karyawan yang dibayar separuh. Karyawan yang tokonya tutup. (Karyawan) kafe, restoran, pedagang kaki lima. Ini gerakan cepat kita. Mudah-mudahan sampai akhir Agustus kita harus maksimal,” kata Hendy. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar