Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkab Jember Mulai Bersihkan Sedimen Lumpur di Sungai Bedadung

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai membersihkan sedimen lumpur (walet) di Sungai Bedadung. Bupati Hendy Siswanto mengatakan, semua sungai di Jember memiliki kedalaman tidak lebih dari satu meter.

Pembersihan walet ini dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan warga, TNI, dan Polri di Dam Bedadung I, Desa Curah Malang, Kecamatan Rambipuji, Sabtu (26/3/2022) kemarin. Dam ini mengairi kurang lebih 13 ribu hektare sawah di tujuh kecamatan. “Bagian untuk mempertahankan produktivitas padi kita adalah lancarnya air Sungai Bedadung,” kata Hendy.

Selama empat tahun terakhir belum pernah ada pembersihan di sungai ini. Ini menyebabkan Ketebalan walet yang dibersihkan bisa mencapai 1,5 meter. Setelah pembersihan, Pemkab Jember akan merawat agar tidak terjadi lagi pendangkalan akibat lumpur. “Kalau pun terjadi, tidak terlalu berat seperti ini,” kata Hendy.

Hendy berharap dalam satu tahun ada tiga kali pembersihan dan penggelontoran lumpur dalam sungai di Jember. “Tidak sampai terjadi pemampatan dan pemadatan sedimen walet,” katanya. Walet menumpuk karena terjadinya erosi di hulu yang terletak di lereng gunung. Ini menyebabkan terjadinya banjir karena air sungai meluap.

Hendy memuji kerja sama masyarakat dan TNI-Polri. “Karena Jember ini bisa berhasil dengan cepat kalau kita gotong royong. Tidak mungkin akan kita kerjakan sendiri, tidak akan pernah berhasil. Kalau seluruh masyarakat Jember kompak, rukun, insya Allah persoalan di Jember akan terangkat karena ekonomi bergerak ,” katanya.

Hendy meminta masyarakat agar tetap waspada. “Akhir 2022, kemungkinan nanti ada banjir lagi, karena maintenance untuk sedimentasi belum kami lakukan. Itu membutuhkan biaya luar biasa, dan kami membutuhkan sistem yang komprehensif untuk membuat bendung tangkap di atas kaki Gunung Argopuro dan perbaikan seluruh check dam di daerah utara (Jember),” katanya.

Sungai Bedadung memang menjadi isu lingkungan di Jember. Sebelumnya, pegiat organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Jember saat melakukan investigasi sampah, Minggu (27/2/2022), menemukan sampah tertimbun dan ratusan pohon di sepanjang Sungai Bedadung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terlilit sampah plastik. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar