Politik Pemerintahan

Pemkab Jember Kuatkan PPKM Berbasis RT-RW

Bupati Jember Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menguatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro yakni pada rukun tetangga dan rukun warga.

“Bagaimana kita lebih meng-klaster kondisi di tiap-tiap rukun tetangga dan rukun warga. Jadi PPKM berbasis RT-RW. Apabila ditemukan warga yang positif Covid-19, akan kami lakukan tracing (penelusuran) minimal terhadap 15 orang warga sekitar,” kata Bupati Hendy Siswanto, Rabu (21/7/2021).

Nantinya warga yang terdampak di lingkungan tersebut akan mendapatkan bantuan sembako. “RT dan RW akan membantu untuk menjaga di wilayah masing-masing,” kata Hendy.

PPKM berbasis RT dan RW ini akan mulai dilakukan di Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Kamis (22/7/2021). Hendy menyebut, jika langkah di Kaliglagah berhasil, akan dilakukan langkah-langkah serupa di seluruh Kabupaten Jember.

Dinas Kesehatan Jember akan melakukan penelusuran kontak (tracing) terhadap 50 orang warga dan melakukan vaksinasi terhadap 300 orang. ‘Kami juga akan bagikan seribu paket sembako untuk warga di desa itu dan membagikan 500 masker,” kata Hendy.

Hendy juga akan memborong dagangan 100 orang pengusaha mikro kecil menengah. “Terus kami bagikan ke tetangga kiri dan kanan,” katanya.

Hendy meminta kepada masyarakat untuk menjaga tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan. “Kita sudah mulai patuh. Pemakaian masker harus lebih dipatuhi lagi, karena penanganan pertama kali untuk diri masing-masing adalah dengan memakai masker. Kami akan lebih intensifkan bantuan,” katanya.

Pemkab Jember juga berusaha keras agar lebih banyak warga yang mendapat vaksinasi. “Lusa (Jumat) sudah habis dan menunggu kiriman vaksin lagi,” kata Hendy.

PPKM Level 3 kini diterapkan di Kabupaten Jember pada 21-25 Juli 2021. “Saya yakin (angka kasus konfirmasi positif) akan turun,” kata Hendy.

Hingga sekarang hotel Kebonagung yang rencananya digunakan sebagai rumah sakit darurat jika terjadi ledakan jumlah pasien belum terpakai. “Alhamdulillah belum terpakai. Jangan dipakailah, jadi kita mulai membaik,” kata Hendy. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar