Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkab Jember Inginkan Indikasi Geografis Kopi Robusta

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tengah membangun komunikasi intensif dan kerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka). Tujuannya mengembangkan potensi kopi di Jember.

“Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Jember, tahun ini kami memberikan bantuan bibit kopi kurang lebih 170 ribu batang,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam sidang paripurna pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022, di gedung DPRD Jember, Rabu (10/11/2021).

Selain itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sudah melaksanakan forum diskusi grup dengan memghadirkan Puslitkoka dan akademisi Universitas Jember. Hendy ingin menginisisasi pembentukan indikasi geografis untuk kopi robusta.

Sebelumnya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jember menginginkan keberadaan Puslit Kopi dan Kakao di Jember berdampak pada kegiatan ekonomi rakyat di bidang kopi dan kakao. “Peremajaan tanaman rakyat yang waktunya di-replanting harus mendapat bibit terbaik. Pendampingan terkait teknologi dan ilmu terapan terkini harus terus mengalir update-nya ke masyarakat,” kata Mangku Budi, juru bicara Fraksi PKS.

Tak hanya kopi dan kakao, Mangku ingin potensi tembakau dan produk cerutu Jember ditingkatkan lagi sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat. “Petani harus diberikan kepastian harga dengan memberikan bantuan alternatif pemasaran dan serangkaian kegiatan pasca panen dan hilirisasi untuk meningkatkan added value dan selamat mengarungi naik turun harga,” katanya.

Mangku mengingatkan jangan sampai surplus produksi pertanian membuat daya tawar petani lemah terkait harga. “Namun produksi pertanian yang luar biasa harus memberi dampak luar biasa, bukan menjadi beban,” katanya.

Menurut catatan beritajatim.com, Puslitkoka sebenarnya sudah mulai terlibat dalam pencitraan Jember sebagai pusat kopi robusta terbaik. Saat itu, dalam teks pidatonya yang dibagikan kepada pers, Kepala Puslitkoka Agung Wahyu Sosilo mengatakan, lingkungan tumbuh kopi robusta Jember sangat dipengaruhi oleh lingkungan wilayah volkanik dari pegunungan Ijen dan Argopuro. Ini menyebabkan adanya cita rasa khas dan unikyang dapat dikelola menjadi keunggulan spesifik untuk menuju sebagai kopi Robusta terbaik di Indonesia.

“Selain faktor tanah, kondisi iklim di Jember yang memiliki musim kemarau cukup tegas mendukung proses pengolahan yang lebih sempurna untuk memunculkan kekhasan cita rasa sebagai kopi yang berkualitas,” katanya. [wir/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar