Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkab Jember Dirikan Dua Pabrik Pupuk Organik Tahun Ini

Kepala Dinas Tanaman Pangan Imam Sudarmaji

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendirikan dua pabrik pupuk organik di Kecamatan Silo dan Wuluhan dengan anggaran masing-masing Rp 2 miliar, tahun ini. Saat ini, pemerintah masih melakukan survei layak desain bangunan gedung dan alat mesin pertanian.

Pendirian pabrik pupuk organik ini untuk menangkap potensi petani di Jember. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Jember Imam Sudarmaji mengatakan, sebagian petani yang menyuplai produksi pupuk organik non label ke Petrokimia Gresik.

Petani penghasil pupuk organik bisa ditemui di Kecamatan Silo dan Wuluhan. “Rata-rata pupuk organik yang mereka buat tidak bersertifikat. Ini membuat pemerintah tidak bisa membantu mengedarkan. Dengan mendirikan pabrik pupuk itu, kami memberi edukasi kepada petani dan mengawal sertifikasinya, serta dibuktikan agar petani mau,” kata Imam, Rabu (19/1/2022).

Rencananya, pabrik itu memproduksi 3-5 ton pupuk organik per hari. “Bahan baku pabrik ini dari petani. Kelompok tani yang punya ternak, (kotorannya) bisa dimasukkan. Kami akan beli kotoran ternak dari petani, diolah, dan dikembalikan hasilnya ke petani juga,” kata Imam.

Dinas Tanaman Pangan Jember akan membuat lahan demplot di sejumlah wilayah untuk penggunaan pupuk organik ini. “Harapannya di masing-masing kecamatan ada. Satu hektare saja cukup,” kata Imam.

Imam yakin petani mau menggunakan pupuk organik. Apalagi saat ini permintaan pasar terhadap produksi pertanian organik mulai meningkat. “Nilainya lebihlah,” katanya.

Ada 1.740 kelompok tani di Jember. “Memang harus sering kami edukasi melalui petugas penyuluh lapang di wilayah. Kami sudah siapkan alat untuk PPL untuk membantu petani menguji (unsur hara) tanah. Untuk memberi edukasi, petani perlu tahu,” kata Imam. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar