Politik Pemerintahan

Pemkab Jember Diminta Bangun Museum dan Gedung Kesenian

Agus Sofyan dan David Handoko

Jember (berutajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, diminta memberikan perhatian terhadap sektor seni dan budaya. Salah satunya dengan mendirikan museum dan tempat pertunjukan seni-budaya yang representatif.

“Sampai saat ini yang menjadi masalah, pemkab belum menunjukkan program untuk mewadahi aktualisasi dan pelestarian seni budaya yang tersebar di berbagai wilayah di Jember, dalam bentuk taman budaya maupun panggung atau gedung kesenian budaya,” kata Agus Sofyan, juru bicara DPRD Jember dari PDI Perjuangan, untuk rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020, di gedung parlemen, Sabtu (17/4/2021) malam.

Tak hanya itu. “Kabupaten Jember belum memiliki museum, padahal memiliki banyak situs dan benda-benda purbakala,” kata Agus.

Menurut Agus, Pemkab Jember memang sudah mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan budaya, baik melalui partisipasi budayawan desa maupun Dewan Kesenian Jember. “Namun penyelenggaraan event-event tersebut sulit diharapkan berkelanjutan, karena tidak diikat dalam kalender event budaya Jember, yang sekaligus menjadi daya dukung menarik untuk destinasi kunjungan wisatawan,” katanya.

Menjawab persoalan ini, DPRD Jember mrekomendasikan kepada pemkab untuk merealisasikan pembangunan fasilitas berupa gedung atau arena pertunjukan seni dan budaya. “Realisasikan juga museum daerah untuk mengumpulkan, merawat, dan mengamankan benda-benda bersejarah sekaligus sebagai sarana wisata edukasi,” kata Agus.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jember perlu mengoptimalkan pendataan dan program pembinaan pada kelompok dan pekerja seni dan budaya yang tersebar. “Susun kalender event seni dan budaya unggulan Jember,” kata Agus. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar