Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkab Jember akan Beli 1 Juta Kilogram Beras Setiap Tahun

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur akan membeli satu juta kilogram beras setiap tahun dari petani dengan menggunakan BTT (Belanja Tidak Terduga) penanganan Covid-19.

“Artinya apa yang selama ini dikeluhkan para petani bahwa saat panen raya harga gabah dan beras tidak menentu, akan ada standardisasi harga dari bupati. Bupati yang akan beli,” kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, usai rapat pembahasan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Ranwal RPJMD), di gedung parlemen, Senin (9/8/2021).

Pembelian akan dilakukan melalui sejumlah gabungan kelompok tani (gapoktan) yang tercatat oleh Dinas Pertanian Jember. “Saya kira ini ide bagus, terobosan luar biasa. Karena niatnya kan memang mengentaskan kemiskinan,” kata Itqon.

Dalam Ranwal RPJMD dijelaskan, produksi dan produktivitas padi di Kabupaten Jember mulai menurun pada 2020. Produktivitas padi menjadi 62 kuintal per hektare dari sebelumnya 63 kuintal pada 2019. Sementara produktivitas padi pada 2020 sebesar 991.892, lebih rendah daripada produktivitas tahun sebelumnya yang sebesar 997.838 ton.

“Ketika PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jember yang paling besar sumbangannya dari sektor pertanian, ini kan harus berbanding lurus dengan keberpihakan pemerintah kabupaten terhadap petani,” kata Itqon.

Angka sangat sementara nilai PDRB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan atas dasar harga berlaku (ADHB) pada 2020 adalah Rp 20,462 triliun atau 26,9 persen dari PDRB Jember yang sebesar Rp 76,039 triliun. Sementara PDRB sektor ini atas dasar harga konstan (ADHK) adalah Rp 13,895 triliun atau 26,42 persen dari PDRB Jember yang sebesar Rp 52,586 triliun.

Sementara jumlah warga Jember pada 2020 yang menggantungkan mata pencarian dari sektor pertanian masih mendominasi, yakni 40,88 persen. Lebih besar daripada sektor jasa (38,62 persen) dan manufaktur (20.5 persen).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, pada kuartal IV 2020, sebagian besar kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan negatif akibat pandemi covid19 seperti sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, serta konstruksi. Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami konstraksi sebesar 26,77 persen, diikuti bidang konstruksi sebesar 4,13 persen. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar