Politik Pemerintahan

Pemkab Gresik Luncurkan Layanan Tinja Berbayar

Gresik (beritajatim.com)- Pemkab Gresik meluncurkan program layanan tinja berbayar yang bisa diangsur. Pelayanan program tersebut diberi nama ‘Kampung Pudak Ayu’ itu juga dihadiri staf Konjen AS di Surabaya, Theodore E. Kulongoski beserta Wabup M.Qosim serta Ketua tim penggerak PKK Gresik, Maria Ulfa Sambari.

Program ini merupakan layanan lumpur tinja terjadwal hasil kerjasama antara Pemkab Gresik dengan USAID Indonesia Urban Water And Sanitation dan Hygiene ‘Penyehat Lingkungan Untuk Semua’ (IUWASH PLUS) serta beberapa pihak terkait.

Program ‘Kampung Pudak Ayu’ yaitu penyedotan WC (Kakus) untuk Dasa Wisma secara kolektif. Dimana, penyedotannya dilakukan secara kolektif dan terjadwal. Program ini dilaksanakan pada setiap dasa wisma dengan berbagai kemudahan yaitu pembayarannya bisa diangsur atau patungan dalam satu kali penyedotan.

“Kegiatan ini semata untuk menjaga tersedianya air bersih dan satitasi yang aman,” ujarnya, Selasa (5/11/2019).

Dengan adanya kampung Pudak Ayu. Tidak hanya masalah lumpur tinja saja yang akan ditangani, namun dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan air bersih, sampah, system drainase, maupun pengembangan usaha mikro di dasa wisma.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, (PU-TR) Gresik, Gunawan Setijadi mengatakan, pengelolahan tinja di Kabupaten Gresik dilaksanakan oleh UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik (PLCD) Dinas PUTR. Program ini sebagai tindak lanjut dan melengkapi program aplikasi ‘Go Ploong’ yang telah mendunia.

“Saat ini memiliki satu unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Betoyoguci Manyar dengan kapasitas 45 m3 perhari, 2 truk armada sedot tinja (kapasitas 3 m3 dan 4 m3). 134 unit IPAL Skala Permukiman (5.182 sambungan rumah). 589 tangki septik (775 sambungan rumah),” ungkapnya.

Sebagai pilot project-nya di Kelurahan Sidokumpul RW 06 dan RW 03 memiliki 27 Dasawisma dan saat ini telah terbentuk 27 Kampung Pudak Ayu dengan beranggotakan sebanyak 428 rumah. Dasa Wisma akan memperoleh SK dari kepala desa/lurah untuk menjadi Kampung Pudak Ayu dan kemudian akan diregistrasi di Dinas PUTR untuk mendapatkan sertifikat layanan lumpur tinja. (dny/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar