Politik Pemerintahan

Pemkab Bojonegroro Perlu Antisipasi Anjloknya Harga Minyak Dunia

Bojonegoro (beritajatim.com) – Harga minyak dunia diprediki akan terus mengalami penurunan akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang melanda dunia saat ini. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu daerah penghasil harus melakukn antisipasi dengan kondisi terseut.

“Jika sampai tiga atau empat bulan kedepan virus corona masih belum selesai, bisa jadi harga minyak mengalami penurunan terus,” ujar Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Lasuri, Jumat (24/4/2020).

Dengan menurunnya harga minyak mentah dunia, lanjut Lasuri, otomatis akan mempengaruhi juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro. Bisa jadi, dari target pendapatan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp 956 miliar tidak terealisasi sepenuhnya. “Sekarang saja baru ditransfer Rp 150 miliar, tinggal dilihat saja apakah pemerintah pusat benar-benar mentransferkan semua,” imbuhnya.

Jika benar kondisi keuangan Bojonegoro seperti yang diprediksikan tersebut, Politisi asal Partai Amanah Nasional (PAN) ini memastikan akan terjadi gagal bayar dan berpengaruh pada pembangunan daerah. “Ini yang harus diantisipasi Pemkab Bojonegoro,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, dampak adanya Covid-19 ini selain mengantisipasi adanya gagal bayar Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) pihaknya juga telah mengantisipasi perubahan anggaran guna penanganan Covid-19. “Sudah ada pengurangan pendapatan dari pemerintah pusat, sehingga harus melakukan efesiensi anggaran,” jelasnya.

Sementara, kesiapan menghadapi Covid-19 ini, Pemkab Bojonegoro sudah menganggarkan sesuai dengan SK ketetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasonal sejak 15 Maret sampai 29 Mei 2020 mendatang.

“Dasar itulah yang dipakai untuk estimasi dan realokasi anggaran penanganan. Jika ada perpanjangan lagi pemerintah daerah akan mengikuti sebagai dasar aturan yang berlaku,” pungkasnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar