Politik Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Gunakan Data Pribadi Jurnalis Tanpa Izin

Bojonegoro (beritajatim.com) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, menyesalkan adanya penggunaan data pribadi milik sejumlah jurnalis di Kabupaten Bojonegoro. Penggunaan data pribadi oleh Pemkab Bojonegoro itu tidak melalui konfirmasi maupun izin terhadap yang bersangkutan dan disebar ke publik.

Data tersebut digunakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sebagai daftar penerima hasil pengrajin kain batik lokal dalam program pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Belakangan, data tersebut tersebar dibeberapa grup WhatsApp.

“Kita menyesalkan penggunakan data pribadi berupa NIK jurnalis yang digunakan tanpa izin, apalagi dipakai untuk penerbitan surat keputusan (SK),” kata Ketua AJI Bojonegoro Dedi Mahdi, jumat (14/5/2021).

Dedi menambahkan, meskipun ada niatan membantu pemulihan ekonomi bagi para pengrajin kain batik, Pemkab Bojonegoro harus melakukan evaluasi terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengumpulkan dan menggunakan datanya tanpa izin dan disebar kepada publik.

“Harus dievaluasi, jangan sampai terulang. Karena data yang tersebar ke publik tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, serta bisa mencemarkan nama jurnalis,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Pemkab Bojonegoro Masirin, mengatakan jika pihaknya tidak tahu menahu ihwal terbitnya surat keputusan berisi nama-nama jurnalis yang beredar tersebut.

Ia mengaku hanya mengumpulkan data KTP dari para jurnalis yang sebagian besar diperoleh dari jurnalis penerima program vaksinasi Covid-19. “Saya mohon maaf, karena tidak tahu kalua data tersebut digunakan untuk itu (penerbitan SK),” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemkab Bojonegoro ini mengungkap, yang menerbitan SK itu bukan dari OPD yang ia pimpin, namun dari Dinas Perdagangan.

Ia mengaku sudah menanyakan terkait hal tersebut ke kepala dinas, tapi belum ada jawaban. “Mungkin masih lebaran belum dijawab, tapi intinya kita mohon maaf kepada para jurnalis,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, program pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 itu dengan sasaran pelaku UMKM batik. Hasil pengrajin batik lokal dibeli oleh Pemkab Bojonegoro dan diberikan kepada sejumlah penerima. Termasuk beberapa jurnalis.

Dalam paket yang diberikan kepada jurnalis itu berupa selembar kain batik dan berisi kartu ucapan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah dari Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar