Politik Pemerintahan

Pekerjaan Kontruksi Tetap Jalan Selama PPKM Darurat

Pemkab Bojonegoro Dinilai Tidak Manusiawi

Alat berat sedang menghancurkan bangunan yang berdiri di aset tanah negara di Jalan MH Thamrin Kelurahan Ledok Wetan Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pandemi covid-19 berdampak buruk pada semua sektor. Ditambah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Yakni, membatasi ruang gerak masyarakat dalam melakukan aktifitas di luar rumah. Kecuali dalam hal pembangunan fisik yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro.

PPKM Darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli lalu dampaknya sangat dirasakan oleh pedagang makanan atau minuman skala kecil, kafe, maupun pedagang kaki lima. Dalam penerapan PPKM Darurat, aktivitas jual beli hanya diperbolehkan dengan take away atau tidak boleh makan atau minum di tempat. Jam buka juga hanya diperbolehkan hingga pukul 20.00 WIB.

Bahkan, beberapa warung makan yang masih melayani makan dan minum di tempat sudah ada yang disegel karena dianggap melanggar Instruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19. Ada 15 warung yang sudah disegel. “Selama PPKM Darurat petugas gabungan akan rutin melakukan patroli dan razia,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia dalam keterangannya, Minggu (4/7/2021).

Selain itu, larangan makan dan minum di tempat juga tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Bojonegoro tentang Pemberlakuan PPKM Darurat yang diterapkan pada 3 – 20 Juli 2021.

Dalam SE tersebut pada poin 4 disebutkan, pelaksanaan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, cafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada di lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery dan tidak menerima makan di tempat.

Berbagai pengetatan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat dalam pelaksanaan PPKM Darurat itu menurut salah satu pelaku usaha cafe di Bojonegoro, Puguh Pambudi, tidak memberi solusi bagi pedagang. “Semua aktivitas masyarakat dibatasi, warung juga sepi. Seharusnya ketika semua kegiatan dibatasi, pemerintah juga memberi solusi,” jelasnya, Selasa (13/7/2021).

Menurut pemilik warung kopi lain yang ada di Taman Bengawan Solo (TBS) Kamto, adanya pemberlakuan PPMK Darurat ini seharusnya pemerintah lebih berempati terhadap rakyatnya. Kamto mengungkap, di tengah kondisi rakyat yang serba sulit mencari nafkah, pemerintah justru membongkar sejumlah bangunan yang sebagian besar merupakan tempat usaha warga.

“Kita sudah lama membangun pariwisata di sini, merawat sungai sehingga lebih bersih. Sekarang mau dibongkar dan dipindah ke Pasar Banjarejo. Mulai dari nol lagi. Pembongkaran itu juga tidak jelas alasannya. Dengar-dengar mau ditanami bugenvil,” terangnya.

Sementara diketahui, sejumlah bangunan yang ada di tepian Sungai Bengawan Solo tepatnya di sebelah utara Pasar Tradisional Kota Bojonegoro sudah dilakukan pembongkaran. Selain disitu, sejumlah bangunan yang sebagian besar merupakan pertokoan di tepi jalan MH Thamrin yang berdiri di tanah bekas tanggul Bengawan Solo juga dibongkar.

Menurut salah seorang warga Kelurahan Ledok Wetan, Budi Widodo, bangunan toko miliknya juga turut dibongkar. Alasannya, berdiri di atas tanah aset negara. Ia tidak tahu persis rencana pembangunan yang akan dilakukan setelah dibongkar. Pembongkaran dilakukan setelah dia mendapat surat imbauan dari pemerintah desa setempat.

“Tidak tahu, setelah ada pembongkaran mau dibangun apa, katanya untuk pelebaran jalan atau taman kota gitu,” ujar pria yang sudah menempati tanah bekas tanggul selama 23 tahun itu.

Bangunan milik Widodo yang dibongkar merupakan gudang penyimpanan kedelai berukuran 8 meter x 10 meter. Gudang tersebut dengan jalan raya berjarak sekitar 5 sampai 6 meter. Setelah dibongkar, dia kini harus mencari dan pindah ke tempat baru. “Tidak ada ganti rugi,” pungkasnya.

Dalam Surat Edaran Bupati Bojonegoro tentang PPKM Darurat, khususnya dalam poin 5 memang menyebut bahwa pelaksanaan kegiatan kontruksi (tempat kontruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar