Politik Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Buka Kesempatan Warga Lokal Jadi Operator di Industri Migas

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah saat menemui BPSDM Kementerian ESDM dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membuka kesempatan bagi warga lokal dalam berkontribusi menjadi tenaga operator di sektor industri minyak dan gas bumi (migas), Selasa (25/5/2021).

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkab Bojonegoro bekerja sama dengan BPSDM Kementerian ESDM dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Kerjasama ini sebagai upaya meningkatkan peran aktif serta kesempatan warga lokal Bojonegoro dalam kontribusi SDM pada sektor migas.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, mengatakan selama ini telah terjalin kerjasama yang baik antara Pemkab Bojonegoro dengan BPSDM Kementerian ESDM dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Tahun 2019 tercatat sebanyak 108 putera daerah Bojonegoro yang mendapatkan beasiswa Diploma 1 plus dari PEM Akamigas,” ungkap Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah kepada sejumlah perwakilan BPSDM Kementerian ESDM di gedung Pemkab Bojonegoro lantai VII Senin, (24/5/2021).

Dari penerima beasiswa tersebut, para putera daerah Bojonegoro dipersiapkan untuk menjadi tenaga operator dalam proyek pengembangan gas Jambaran Tiung – Biru (JTB) yang rencananya akan beroperasi awal tahun 2022 mendatang.

Dengan dilakukannya kerja sama ini, lanjut dia, dapat terus meningkatkan peran aktif serta kesempatan warga lokal dalam kontribusi SDM pada sektor Migas di Bojonegoro. “Rencana awal tahun 2022, SDM seperti operator sudah siap. Ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Pemkab Bojonegoro dengan PEPC JTB,” ungkap Bu Anna sapaan akrabnya.

Dalam kunjungan ke Bojonegoro, hadir Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Direktur Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas), yakni sebuah Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah naungan Kementerian ESDM.

Sementara Manager JTB Site Office and PGA Pertamina EP Cepu Edy Purnomo mengatakan PT Pertamina EP Cepu dalam menjalankan program pengembangan masyarakat selalu berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Termasuk dalam kegiatan beasiswa bagi putra-putri daerah di wilayah operasi.

Program Apprentice merupakan upaya PEPC untuk mendukung program National Capacity Building khususnya untuk putera/puteri daerah terbaik di wilayah Bojonegoro. “Sekarang para peserta masih menjalani training sertifikasi setelah menempuh pendidikan di PEM Akamigas,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) dengan kapasitas produksi sales gas sebesar 192 MMSCFD yang dikelola oleh PEPC merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar