Politik Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Berikan CBP Bagi Penderita Covid-19 di Luar KPM

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyalurkan bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) khusus bagi warga yang terinfeksi Covid-19 dan belum mendapat bantuan sosial lain yang bersumber dari uang negara.

Bantuan berupa beras seberat 0,4 kilogram (kg) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu diberikan selama delapan hari bagi mereka yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) lainnya.

“Per orang mendapat 0,4 kg beras selama 8 hari. Selain itu, anggota keluarganya yang sesuai di kartu keluarga pasien juga mendapat jatah,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Arwan, Kamis (29/7/2021).

Penerima, lanjut Arwan, merupakan warga Bojonegoro yang terinfeksi Covid-19 dan di luar keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial lain yang sudah ada. Seperti diantaranya, Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Data penerimanya dari Dinas Kesehatan yang di olah lagi agar tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan sosial yang lain,” jelasnya.

Bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) sudah disalurkan kepada 773 penderita. Penyalurannya dilakukan pada periode tanggal 3 hingga 13 Juli 2021. Sedangkan untuk periode tanggal 14 hingga 20 Juli 2021 masih dalam proses pencairan. Kemudian periode tanggal 21 hingga 26 Juli masih tracing data penerima.

“Periode berikutnya masih pengumpulan data. Bantuan ini khusus dikeluarkan selama penerapan PPKM saja. Totalnya yang disiapkan ada 100 ton beras. Sekarang sudah ada 20 ton,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto mengatakan, dalam penyaluran bantuan sosial bagi warga yang terdampak Covid-19 ini harus transparan dan tidak tumpang tindih.

“Selain itu memang harus ada aturan yang jelas agar tidak bermasalah hukum dikemudian hari,” ungkapnya. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar