Politik Pemerintahan

Pemkab Bojonegoro Akan Masimalkan Empat Waduk Tingkatkan Produksi Pertanian

Waduk Pacal di Kecamatan Temayang yang digunakan untuk irigasi pertanian wilayah Kabupaten Bojonegoro yang tidak terjangkau aliran Sungai Bengawan Solo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Luas area pertanian di Kabupaten Bojonegoro mampu memproduksi sekitar tujuh ribu ton beras setiap tahunnya. Jumlah produksi tersebut bisa ditingkatkan lagi dengan memaksimalkan fungsi waduk yang ada. Khususnya lahan pertanian yang tidak terjangkau oleh Sungai Bengawan Solo.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, untuk memaksimalkan hasil pertanian, empat waduk yang ada seperti Waduk Pacal, Waduk Gongseng, Waduk Karangnongko dan Waduk Pejok harus bisa difungsikan secara maksimal untuk mengairi lahan pertanian yang tidak terjangkau oleh Sungai Bengawan Solo.

“Untuk memaksimalkan produksi pertanian, maka hal utama yang harus diperhatikan adalah ketersediaan air. Agar produksinya bisa stabil dan meningkat, perlu adanya asupan air untuk kebutuhan pertanian, mengingat saat ini menghadapi masa pandemi covid-19 dan memasuki musim kemarau, kebutuhan pangan harus tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (29/7/2020).

Saat ini Pemkab Bojonegoro telah mengajukan blue print ke Kementrian PUPR untuk irigasi pertanian tahun 2020-2040, sehingga nanti Waduk Pacal, Waduk Gongseng, Waduk Karangnongko, Waduk Pejok dapat berfungsi maksimal mencukupi kebutuhan air bagi lahan pertanian Bojonegoro.

“Mudah-mudahan progress pembangunan Waduk Gongseng cepat selesai agar bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Bojonegoro, untuk pertanian yang produktif dan hasil panen yang baik,” harapnya.

Menurut Bupati, Kabupaten Bojonegoro mengalami dua kali musim tanam, sehingga dengan adanya Waduk Gongseng ke depan mampu mencukupi kebutuhan air lahan pertanian hingga wilayah tengah seperti Kecamatan Sumberrejo dan sekitarnya, dimana selalu kesulitan air disaat musim kemarau tiba. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar