Politik Pemerintahan

Pemilu: Saat Manusia, Sapi, dan Kuda Bersatu Tembus Pelosok Jember

Jember (beritajatim.com) – Pemilihan umum adalah ikhtiar bersama, sebuah kerja gotong rotong terbesar di negeri ini.

Penyelenggaraan tak hanya melibatkan banyak aspek, tak hanya teknis kepemiluan di ranah kebijakan, tapi juga di lapangan. Ada 17 ribu personel yang terdiri atas 1.041 polisi, 370 anggota TNI, dan 15 ribu personel perlindungan masyarakat di 7.670 TPS.

Sementara itu penyelenggara di tingkatan bawah, kelompok penyelenggara pemungutan suara, panitia pemungutan suara, panitia pengawas kecamatan, panitia pengawas tingkat TPS, aparat desa, polisi, dan TNI bekerja keras mendistribusikan logistik kepemiluan mulai dari surat suara, kotak, dan dokumen-dokumen lainnya hingga titik terjauh di Jember. Sialnya, tak semua lokasi mudah ditembus dengan kendaraan biasa, dan bahkan hanya kuda dan sapi yang jadi alat transportasi andalan.

“Proses pengiriman logistik PPS Desa Sabrang Kecamatan Ambulu ke Dusun Ungkalan untuk TPS 41, 42, 43, 44 tak bisa pakai kendaraan roda empat. Kendaraan roda empat tidak bisa masuk lokasi sehingga harus diangkut sepeda motor dan di seberang jembatan sudah ditunggu oleh pedati atau pegon untuk distribusi ke TPS,” kata Ahmas Hanafi.

Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Kusworo Wibowo mengapresiasi kerja sinergi ini. “Jember insya Allah kondusif. Kami imbau masyarakat hadir ke TPS. Ini pesta demokrasi. Kita sambut dengan riang gembira, karena pada 17 Aprik setiap individu kita turut berperan bagaimana lima tahun negara kita,” katanya. (wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar