Politik Pemerintahan

Pemilihan Perangkat Desa di Gresik, Alumni Unair Kalah dengan Lulusan Paket C

Gresik (beritajatim.com) – Ada kejadian yang menggelitik di ajang pemilihan perangkat desa di Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Gresik. Pasalnya, ada seorang sarjana lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kalah dengan lulusan Paket C.

Seperti diketahui, pemdaftaran calon sebagai Kasi Pemerintahan itu ditutup Jum’at 30 April 2021. Ada tiga peserta yakni nomor urut 1 yakni Suparno seorang mantan anggota BPD. Berikutnya, nomor 2 yakni Wildan Erhu Nugraha seorang pengurus Persatuan Pemuda Munggugebang, dan nomor 3 yakni Sri Danarti, istri dari Suparno.

Ketiga peserta itu memulai tes tertulis pada Sabtu 1 Mei 2021 kemarin. Ada 100 soal yang terdiri dari beberapa jenis. Yakni soal tentang wawasan kebangsaan, matematika, bahasa indonesia, dan tentang pemerintahan desa.

Di hari yang sama, hasil dari tes tersebut pun langsung diumumkan. Melalui papan di pendopo balai desa. Suparno mendapat nilai sempurna yakni 100, Wildan seorang alumnus Unair itu hanya mendapat nilai 68, sedangkan istri Suparno mendapat nilai 99.

Pengumuman tersebut juga disaksikan sejumlah warga, hasil itu pun menuai pertanyaan dari warga yang menyaksikan. Tak ayal hingga tersebar ke sosial media.

Terkait dengan ini, Wildan alumni Unair menyebut awalnya banyak yang ingin mendaftar dalam seleksi kasi pemerintahan ini. Terutama para anggota karang taruna. Namun, sebelum pendaftaran muncul isu tidak sedap yang membuat minder para pemuda desa. Akhirnya Wildan pun terpaksa mendaftar.

“Banyak temen-temen yang pengen daftar, tapi ada isu kalau sudah dikondisikan. Di luar hal itu kami tidak tahu, yang jelas hasil nilainya selisih jauh yang membuat warga bertanya-tanya,” ujar Wildan, Senin (3/05/2021).

Saat dikonfirmasi Ketua Panitia Pemilihan Perangkat Desa Munggugebang Aji Setiawan belum memberikan respon terkait dengan pemilihan ini. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar