Politik Pemerintahan

Pemilih Luar Negeri Asal Kabupaten Kediri Meragukan, Ini Langkah Bawaslu

Bawaslu Kabupaten Kediri gelar rapat pembahasan Daftar Pemilih Luar Negeri yang dikhawatirkan hilang.

Kediri (beritajatim.com) – Badan Pengawasan Pemilu Kabupaten Kediri Divisi Data langsung mengadakan rapat kordinasi terhadap para Petugas Pengawas Kecamatan (panwascam). Hal ini menyusul adanya aduan dari Badan Tim Pemenangan Nasional (BPN) terkait adanya pemilih luar negeri yang telah berada di Indonesia.

Sesuai aduan BPN, terdapat 31 warga asal Kabupaten Kediri yang tercatat dalam daftar pemilih luar negeri (DPLN), namun ditengarai berada di Indonesia. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada partisipasi DPLN dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presdian serta pemilihan legislatif 2019 mendatang. Mengenai hal itu, Panwascam nantunya akan melakukan verifikasi faktual mengenai keberadaan mereka.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri, Sadatul Ummah mengiyakan, jika hasil faktual membernarkan keberadaan DPLN di Indonesia ataupun di luar negeri dan terdaftar sebagai pilih, maka seharusnya dapat berpartisipasi dalam hak pilih. “Kami menegaskan bahawasannya Bawaslu berpedoman, bawaslu jaga hak pilih BJHP,” kata Sadatul Ummah, Jumat (1/2/2019).

Aduan ini mendapatkan respons serius dari Bawaslu, sebab jumlah pekerja migran Indonesia yang banyak, kondisi ini juga dikhawatirkan dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Para pemilih tercatat dalam DPLN yang ditengarai berada di Indonesia dikhawatirkan dapat berimbas pada hilangnya hak pilih. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar