Politik Pemerintahan

Pemilih Gerindra Masih Bocor Dukung Jokowi, Pemilih PDIP?

Surabaya (beritajatim.com) – Peta dukungan kepada paslon dari partai pengusung di Pilpres 2019 menunjukkan bahwa kedua partai utama pengusung masing-masing calon memiliki kader yang solid. Baik PDIP dan Gerindra, secara mayoritas kadernya solid mendukung secara berurutan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Hal itu ditunjukkan pada riset yang dirilis oleh Surabaya Survey Center (SSC), Rabu (9/1/2019).

PDIP sebanyak 70,9 persen memilih Jokowi-Ma’ruf Amin dan hanya 17,5 persen yang bocor memilih Prabowo-Sandiaga Uno, dengan 11,6 persen undecided voters. Sedangkan Gerindra, 62,7 persen memilih Prabowo-Sandiaga Uno dan ada masih bocor 28,9 persen yang memilih Jokowi-Maruf Amin dengan 8,4 persen undecided voters.

Direktur SSC Mochtar W Oetomo kepada wartawan di Hotel Yello Surabaya mengatakan, untuk Partai Demokrat, dukungan kepada masing-masing paslon dari responden yang memilih partai ini bisa dibilang berimbang. “Pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin sebanyak 46,4 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno 43,6 persen dengan 10 persen undecided voters,” ungkapnya.

Mochtar menjelaskan, jika dari segi partai pengusung lainnya nampak di kubu Jokowi-Ma’ruf lebih solid. Dari total enam partai pengusung, seluruhnya solid memilih pasangan dengan nomor urut 01 itu. Di Golkar misalnya, 55 persen Jokowi-Ma’ruf dan 35 persen Prabowo-Sandiaga dengan 10 persen undecided voters. Lalu PKB, 66,6 persen Jokowi-Maruf dan 20,3 persen Prabowo-Sandiaga dengan 13,1 persen undecided voters.

Begitu pula NasDem, 65 persen mendukung Jokowi-Ma’ruf dan 30 persen memilih Prabowo-Sandiaga dengan 5 persen undecided voters. Bagaimana di kubu Prabowo-Sandiaga? Dia mengungkapkan, di kubu paslon nomor urut 02 ini bentuk dukungan di akar rumput masih belum begitu solid. Hanya Gerindra yang jelas-jelas pemilihnya secara signifikan memilih pasangan yang mengusung cawapres millenials itu.

“Kalau tadi Demokrat kan jelas bisa dibilang berimbang. Sementara, PKS 47,8 persen untuk Prabowo-Sandiaga dan 32,5 persen Jokowi-Maruf dengan 19,7 persen undecided voters. Kalau untuk PAN, 45 persen Prabowo-Sandiaga dan 37,5 persen Jokowi-Maruf dengan 17,5 persen undecided voters,” tuturnya.

Saat ini, masing-masing partai pengusung paslon tengah berusaha untuk berebut coat tail effect (efek ekor jas) demi memenangkan Pileg yang berlangsung serentak. Mereka berharap masing-masing pasangan calon bisa memberikan dampak positif kepada partai-partai pengusung serta pendukungnya. Apakah mungkin?

Hasil riset yang dirilis SSC menunjukkan, jika efek ekor jas ini nampaknya belum bisa diharapkan untuk memberi hasil maksimal. Walaupun begitu, dua partai pengusung utama di Pilpres 2019 yakni PDIP dan Gerindra meraih dampak yang lumayan.

Mochtar memaparkan, jika dari 100 persen responden, 22,2 persen responden menyatakan akan memilih partai pengusung serta pendukung dari paslon Pilpres yang mereka pilih. Dan, 48,8 persen mengaku belum pasti apakah pilihan mereka akan berkesinambungan. Sementara 29 persen lainnya masih tidak tahu atau tidak menjawab.

Fenomena ini, menurut dia, menjadikan partai-partai politik perlu sedikit kerja keras. Faktor figur dari capres maupun cawapres yang mereka usung tidak bisa serta merta untuk diharapkan memberi dampak. “Elit-elit partai harus mampu membangun narasi positif di tengah masyarakat. Harap diingat, mayoritas masyarakat juga sudah jengah terkait ujaran kebencian atau negative campaign. Perlu adanya gagasan positif yang dilontarkan para partai untuk bisa meraih kepercayaan masyarakat,” pungkas Mochtar. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar