Politik Pemerintahan

Pemerintah Taiwan Beri Sanksi pada Salah Satu Klinik Kesehatan di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Taiwan melalui Taipei Economic Trade and Office (TETO) akhir-akhir ini mengeluarkan pengumuman mengenai tidak mengakuinya hasil pemeriksaan kesehatan dari dua klinik kesehatan dari Indonesia. Satu di antara dua klinik kesehatan tersebut adalah klinik Ultra Medica yang berada di Ponorogo.

Dengan pengumuman tersebut, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang biasa melakukan medical cek up di Klinik Ultra Medica, terpaksa harus memeriksakan di klinik kesehatan yang lain. Menanggapi kejadian itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo Bedianto menyebut bahwa pihak klinik Ultra Medica harus memperbaiki kinerjanya supaya ke depan bisa dipercayai lagi oleh TETO.

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri, selama ini banyak calon PMI yang melakukan tes kesehatan di klinik tersebut. Bukan hanya negara tujuan Taiwan, namun juga untuk Hongkong, Korea Selatan, Jepang maupun negara Timur Tengah.

”Untuk sementara yang ditangguhkan hanya negara Taiwan saja, jadi untuk tujuan negara lain masih bisa pemeriksaannya disitu,” kata Ibed sapaan Bedianto, Kamis (31/10/2019).

Sementara itu Kepala Cabang Klinik Ultra Medica Ponorogo Mukandar saat ditemui Beritajatim.com mengungkapkan akar masalah pihak TETO tidak mengakui hasil cek kesehatan di kliniknya, karena ada 2 PMI yang terkena penyakit cacar air. Kebetulan 2 pahlawan devisa itu sebelumnya melakukan cek kesehatan di kliniknya.

”Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan pada tahun 2015 lalu. Dan hasilnya baik, sehingga tiga tahun mereka bisa bekerja di sana,” katanya.

Nah setelah tiga tahun berlalu itu, belum lama ini mereka berangkat lagi ke Taiwan. Namun dalam keberangkatan kali ini 2 PMI tersebut tidak melakukan pemeriksaan kesehatan lagi. Alhasil, sampai sana mereka terkena penyakit cacar air. TETO selaku pemilik kebijakan menelusuri di mana pertama kali melakukan tes kesehatan.

”Akhirnya klinik kami yang kena sanksi. Padahal 2 PMI itu sudah habis masa kontrak dan hasil kesehatannya bukan tanggung jawab kami lagi,” katanya.

Mukandar mengaku saat ini pihaknya terus melakukan negoisasi , agar larangan dari TETO ini untuk segera dicabut. Sehingga kliniknya kembali bisa melakukan pemeriksaan terhadap calon PMI yang akan bekerja ke Taiwan.

”Jadi kami merasa dirugikan atas hal ini. Karena larangan ini bersifat sementara, harapan kami pihak TETO bisa segera mencabut larangan tersebut,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar