Politik Pemerintahan

Pemerintah Siapkan Prakerja Demi Target 2024 Nol Persen Keluarga Miskin

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy di Malang.

Malang (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy mengatakan selain bimbingan pranikah pemerintah juga sedang menyiapkan bimbingan prakerja bagi calon pengantin.

Prakerja merupakan cara pemerintah menjamin pengantin baru usai menikah agar memiliki pekerjaan.

“Pengantin akan dicek nganggur tidak kalau nganggur harus dicek dulu. Latihannya setelah jadi manten juga tidak apa-apa. Tapi negara menjamin setelah menikah mereka ada pekerjaan tidak boleh numpang ke mertua itu,” kata Muhadjir di Malang, Minggu, (29/12/2019).

Bila pengantin baru ini belum memiliki keterampilan bisa mengambil kartu prakerja yang disiapkan oleh pemerintah. Kartu prakerja bukan berupa uang melainkan akses bagi pengantin baru untuk mendapatkan pelatihan keterampilan.

“Ini bukan duit dikasihkan penganggur, contohnya ada karyawan yang terkena PHK, yang membayar pelatihanya itu negara melalui kartu prakerja itu. Tetapi lembaga pelatihan dan kursus dipilih bahwa orang yang dilatih bisa disalurkan. Tidak hanya kursus dan sertifikat, yang kita utamakan pesertanya disalurkan pekerjaannya. Tidak hanya negeri swasta juga tidak apa-apa,” papar Muhadjir.

Muhadjir menyebut, bahwa pemerintah memiliki target keluarga baru miskin nol persen pada 2024 mendatang. Menurutnya, hal ini bukanlah tantangan Indonesia saja melainkan tantangan global.

“Target kita keluarga baru miskin itu nol. Dan ini tidak hanya Indonesia, Korsel juga sama ada pranikah, bedanya disana yang muda-muda diminta segera kawin karena dikhawatikran, bila penduduk yang kawin nol akan diisi oleh penduduk tua yang belum meninggal dunia. Sementara yang muda tidak mau kawin sehingga tidak ada keturunan ini yang bahaya. Kita suatu saat pranikahnya seperti itu bukan hanyal nol persen keluarga miskin tapi mendorong supaya menikah ramai-ramai. 2024 targetnya nol persen dalam lima tahun ini,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar