Politik Pemerintahan

Pemerintah Pusat Bantu Mesin PCR untuk Pemkab Jember, Besok Beroperasi

Direktur RS Daerah Hendro Soelistijono

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah pusat memberikan bantuan mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Selain itu ada bantuan dua ribu reagen untuk proses deteksi Covid-19 dalam pengujian laboratorium.

PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR digunakan untuk mendiagnosis keberadaan Covid-19 dengan cara mendeteksi material genetik virus corona.

Bantuan itu datang Senin (15/6/2020) lalu dan ditempatkan di RS Daerah dr. Soebandi. Mesin PCR ini menggunakan sistem terbuka. Berbeda dengan mesin bersistem tertutup yang dimiliki rumah sakit tersebut, yang kapasitas pemeriksaannya hanya empat sampel dalam satu kali uji.

“Alhamdulillah dengan bantuan BNPB ini, kami memiliki mesin PCR yang dalam satu kali running ada 48 (sampel uji). Insya Allah per hari 150-200 (sampel). Dan saat ini kami sedang finishing untuk penyiapan ruangan, karena ruangannya tidak boleh sembarangan. Ada yang bertekanan negatif, beberapa bertekanan positif yang disebut dengan bio safety level 2. Insya Allah Senin sudah bisa running,” kata Direktur RS Daerah Hendro Soelistijono, Sabtu (20/6/2020).

Alat yang sudah lama dimiliki rumah sakit itu tetap akan digunakan. “Kebetulan cartridge-nya masih ada. Tapi itu digunakan untuk pasien yang sedang kami rawat. Sementara untuk (mesin PCR) yang ini bisa kami gunakan untuk tracing pasien-pasien OTG (Orang Tanpa Gejala),” kata Hendro.

Virus Corona

Sementara itu, Liaison Officer (LO) BNPB Mayjend TNI (P) Eko Budi S mengatakan, uji swab dengan mesin PCR ini lebih akurat daripada tes cepat. “Spesimen diambil dari masyarakat, dimasukkan ke mesin ekstraksi dan dilakukan pemurnian. Setelah itu masuk ke mesin PCR, digandakan untuk didapatkan asam nukleat. Baru kemudian bisa diketahui orang ini positif atau negatif (Covid-19),” katanya.

Ini akan membantu pemerintah daerah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. “Gugus Tugas Kabupaten Jember berharap banyak dengan beroperasinya mesin ini. Hari Senin sudah bisa running mesin ini,” kata Eko.

Eko meminta masyarakat Jembe disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Obat corona masih belum ada. Masih dikaji,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar