Politik Pemerintahan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Dorong Kekuatan Produk Pesantren ke Pasar Eksport-Import

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mendorong terselenggaranya Indonesia menjadi Negara eksportir Halal Food di Dunia. Mengingat, Indonesia memiliki jumlah penduduk beragama Islam terbanyak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menginisasi One Pesantren One Product (OPOP) mengatakan sebagai eksportir Halal Food tersebut. Sudah dua tahun ini, dan berhasil menghimpun 350 Pesantren.

Disela membuka even OPOP Expo di Surabaya, Khofifah mengatakan, OPOP ini mampu menkonsolidasikan kekuatan Pesantren, santri, dan alumninya. Langkah ini, sebagai upaya untuk Indonesia menuju negara eksportir Halal Food Dunia.

“Rasanya kita punya energi untuk itu, punya kemampuan untuk itu. Sinergitaa kemampuan dengan Pesantren adalah salah satu kekuatan,” katanya, Jumat (18/12/2020).

Khofifah mengakui, pengembangan OPOP ini masih diperlukan pendampingan, managerial skill masih diperlukan, terutama dalam pengelolaan keuangan. Sehingga, ada OJK dan BI yang akan memberikan pendampingan.

“Perlu permodalan, iya. Maka ada Himbara, ada Mandiri, ada BNI, ada BRI, juga kemudian ada Bank Jatim juga Bank UMKM Jatim,” tuturnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini berharap, melalui OPOP ini, Pesantren dapat berdaya dan masyarakat sejahtera. Diakuinya, OPOP Expo 2020 ini adalah tahun yang kedua. “Ini untuk me-remind bahwa ada One Pesantren One Product,” tandasnya.

Sementara itu, Sekertaris OPOP Jatim, M Ghofirin menjelaskan, saat ini sudah ada 350 Pesantren yang berpartisipasi dalam OPOP. Sesuai dengan target, pada lima tahun, ada seribu Pesantren yang dipilih, dilatih, dan dibuka aksesnya.

“Agar memiliki produk yang unggul dan berkualitas, kemudian produknya itu bisa diterima di pasar, baik lokal, nasional, maupun internasional,” katanya.

Secara bertahap, tahun 2019 lalu terpilih 150 Pesantren, dan tahun 2020 ini terpilih 200 Pesantren, total 350 Pesantren dalam kurun waktu dua tahun. Ghofirin mentargetkan, setiap tahun bertambah 200 Pesantren.

“Sehingga total ada seribu Pesantren yang akan menghasilkan seribu produk unggulannya,” harapnya.[way/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar