Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemerintah Ingin Bangkitkan Lagi Koperasi Pondok Pesantren di Jember

Salah satu pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah ingin membangkitan kembali koperasi di lingkungan pondok pesantren (koppontren) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ini bagian dari pemberdayaan pondok pesantren.

“Tujuannya kebutuhan di pondok akan dipenuhi koperasi. Kemarin sudah dirancang kerja sama dengan SRC (Sampoerna Retail Community) untuk penyediaan kebutuhan dan sembako,” kata Sartini, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jember.

Selama ini tidak semua koppontren beraktivitas. Padahal sejauh ini tidak ada penolakan dari pengurus pondok, karena menurut Sartini, justru kehadiran koperasi dibutuhkan.

“Kendalanya di regenerasi kepengurusan pengelola koperasi pondok. Mungkin karena santri ini berganti-ganti, sehingga kemarin yang dipasrahi (tanggung jawab mengelola) sudah lulus, lupa belum melakukan regenerasi,” kata Sartini.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember 2021-2026, koperasi pesantren merupakan bagian dari program unggulan ‘Wes Wayahe Pesantren Berdaya’. Di sana disebutkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro terus berupaya untuk membangun koperasi masyarakat yang sehat dan aktif. Dengan demikian, diharapkan kelembagaan koperasi dapat menjadi bagian dari faktor pengungkit perekonomian masyakat Kabupaten Jember.

RPJMD menyebutkan, jumlah koperasi sehat sejak 2015 sampai dengan 2019 sebanyak 550 koperasi. Pada 2020 jumlah koperasi aktif dan sehat menurun dari tahun sebelumnya menjadi 522 koperasi sesuai data keragaan yang diambil dari Online Data System Koperasi. Persentase koperasi aktif pada 2020 sebesar 28 persen. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar