Politik Pemerintahan

Pemerintah Diminta Tangkal Penyebaran Paham Radikalisme di Lingkungan Pendidikan

Jakarta (beritajatim.com) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang memyebut ancaman penyebaran paham terorisme sudah mulai masuk ke lembaga pendidikan, dimulai dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Karenanya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah untuk melakukan upaya nyata secara komprehensif yang mampu mempersempit ruang gerak kelompok radikal guna menangkal gerakan radikalisme di Indonesia.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bisa meminta kepada Tenaga Pendidik untuk memberikan pemahaman kembali ajaran agama yang baik dan benar serta memberikan pelajaran agama dan Pancasila dilakukan secara berkesinambungan dalam kurikulum pendidik agar revolusi dan mental terintegrasi, tidak salah paham dalam praktiknya,” kata Bamsoet, sapaan Bambang, Kamis (29/9/2019).

Dia juga mendorong, Badan Intelijen Negara (BIN) bersama BNPT untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paham-paham radikalisme yang muncul di lingkungan masyarakat. Khususnya di lingkungan pendidikan serta untuk melakukan upaya-upaya pencegahan atau tindakan preventif terhadap radikalisme dan terorisme, guna mencegah tumbuhnya paham radikalisme dan meminimalisir terjadinya tindakan terorisme.

Pemerintah bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama juga harus terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya pencegahan paham radikal sejak dini, yakni di garda keluarga. “Saya juga mengimbau kepada orang tua untuk terus memantau aktivitas tumbuh kembang anak, terutama di lingkungan sekitar anak guna mencegah masuknya paham radikalisme melalui kelompok-kelompok kecil,” kata Bamsoet. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar