Politik Pemerintahan

Pemerintah Beri Deadline Ganti Rugi Lahan Bandara Kediri Akhir Januari 2020

Kediri (beritajatim.com) – Forkopimda Kabupaten Kediri bersama perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bertemu dengan warga terdampak pembangunan Bandara di SKB Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Dalam pertemuan ini, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, memberikan penjelasan tentang perkembangan pembangunan bandara di Kediri.

Menurut Kementerian, sejauh ini pembebasan lahan sudah mencapai 99 persen atau hanya kurang sekitar 5 hektar. Proyek Bandara Kediri dimulai pada 16 April 2020. Sementara itu, pihak kementerian juga menyampaikan tidak ada perubahan nilai ganti untung, yang diberikan kepada warga terdampak pembangunan bandara.

Untuk lahan kosong Rp 500 ribu per meter persegi, sementara lahan dengan bangunan Rp 750 ribu per meter persegi. Saat ini, masih terdapat 55 kepala keluarga di tiga desa yang belum bersedia melepaskan lahan miliknya.

Dede Sujana, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri berharap masyarakat bisa memahami apa yang disampaikan kementerian. “Masih ada waktu bagi warga hingga akhir Januari ini, untuk memproses ganti untung tersebut,” ujar Dede Sujana, Jumat (24/1/2010).

Untuk diketahui, lahan seluas 9 ribu meter persegi juga telah disiapkan pihak pengembang dan Pemkab Kediri bagi warga yang terdampak. Lokasi tersebut terletak di Tanjung Baru, Dusun Bedrek Kidul, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Dalam proses tukar guling lahan untuk relokasi warga terdampak, Pemkab Kediri memberikan santunan Rp 30 juta bagi warga miskin. Selain itu pemerintah juga memberikan fasilitas pembuatan sumur dan biaya pemasangan listrik. Di Tanjung Baru sendiri saat ini terdapat sembilan kepala keluarga yang telah menghuni kawasan tersebut. [nm/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar