Politik Pemerintahan

Pemenuhan Beras, Gubernur Anies Baswedan Teken MoU dengan Pemkab Ngawi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Gudang milik PT.DTS di Desa Alas Pecah, Kecamatan Geneng, Ngawi, Minggu (25/4/2021).(Foto/Ade Mas Satrio).

Ngawi (beritajatim.com) – Gubenur DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tandatangani MoU (Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman) kerja sama pangan dengan Pemkab Ngawi melalui BUMD DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya.

Kedatangan Anies Baswedan dan Khofifah Indar Parawansa di Gudang PT. Daya Tani Sembada (DTS) di Desa Alas Pecah, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi disambut langsung Bupati Ngawi Onny Anwar Harsono.

“Kerja sama ini menjadi upaya untuk memastikan ketersediaan pasokan beras warga Jakarta, serta menghidupkan kesejahteraan petani,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di sela penandatanganan MoU, Minggu (25/4/2021).

Kerja sama dengan Pemkab Ngawi ini dalam beberapa bentuk. Diantaranya pengelolaan Gudang SRG Daya Tani Sembada, kerjasama penyedian beras pecah kulit dan beras premium dengan Penggilingan Padi Daya Tani Sembada.

“Untuk kerjasama SRG dengan Daya Tani Sembada sudah terjalin sejak 2015. Dua tahun terakhir Gudang SRG tersebut bias menyimpan rata-rata 600 ton, adapun target tahun 2021 sebanyak 1.000 ton,” paparnya.

Selain itu kerjasama dengan Penggilingan Daya Tani Sembada dimulai sejak 2019 telah memasok sejumlah 234 ton, tahun 2020 sejumlah 6.515 ton sementara realisasi tahun 2021 ini sekitar 2.280 ton dan perkiraan total tahun ini bisa memproduksi hingga 9.000 ton untuk Food Station.

“Rencananya juga akan mengembangkan kerjasama dalam bentuk lain yaitu kerjasama dengan Kelompok Tani Sido Rukun Ngawi untuk menyerap hasil panen petani,” papar Anies Baswedan.

“Sistem ini digunakan karena sangat berkeadilan, kenapa berkeadilan karena para petani bisa mendapatkan manfaat yang makin baik, makin besar sehingga semakin sejahtera,” tambahnya.

Penandatanganan MoU ini ditutup dengan pemberangkatan 8 truck dari Ngawi menuju Jakarta dengan membawa beras seberat 100 ton. [asg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar