Politik Pemerintahan

Pemeliharaan Aset Bandara Trunojoyo Sumenep Libatkan Warga Tiga Desa

Kepala Bandara Trunojoyo bersama Bupati Sumenep Ach. Fauzi melihat langsung program padat karya di bandara (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Pemeliharaan aset bandar udara (bandara) Trunojoyo Sumenep melibatkan warga tiga desa di sekitar bandara dalam bentuk proyek padat karya.

“Para pekerja yang kami libatkan dari tiga desa yakni Kacongan, Marengan, dan Kalimo’ok. Tiga desa itu arealnya ada di sekitar bandara,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Trunojoyo Sumenep, Arqodri Arman, Kamis (08/04/2021)

Proyek padat karya tersebut merupakan program dari Kementerian Perhubungan, Direktorat Jendral Perhubungan Udara.

“Tahun ini ada empat paket proyek senilai Rp 160 juta. Realisasinya bertahap selama 23 hari. Semuanya merupakan pemeliharaan aset bandara,” ujar Qodri.

Pada 2020, proyek padat karya melibatkan 300 lebih warga lokal sekitar bandara. Ada 14 kegiatan yang dilaksanakan di dua lokasi, yakni Bandara Trunojoyo Sumenep dan Bandara Harun Thohir Bawean.

“Untuk tahun ini memang tidak ada anggaran khusus padat karya. Hanya berupa pemeliharaan aset bandara. Kami memang berharap setiap tahun bisa memperhatikan dan melibatkan masyarakat sekitar melalui program padat karya,” ucapnya.

Dalam program padat karya Kementerian Perhubungan tersebut, Bupati Sumenep, Ach. Fauzi didampingi jajaran Forkopimda setempat ikut melihat langsung pelaksanaan program. Bahkan Bupati dan Forkopimda ikut menyabit dan membersihkan rumput di sekitar areal terminal penumpang Bandara Trunojoyo. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar