Politik Pemerintahan

Pembuangan Limbah B3 di Gresik Selatan Makin Marak

Gresik (beritajatim.com) – Wilayah Gresik Selatan menjadi langganan pembuangan limbah B3. Setelah sebelumnya ditemukan di Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo, kini limbah yang sama juga ditemukan di Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti, dan Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Limbah B3 yang dibuang itu, bentuknya memang seperti pasir, bertumpuk dan berbau. Diduga limbah tersebut berasal dari limbah pembakaran batu bara, dan ada juga yang dari produksi minyak sawit.

Jika terus dibiarkan, kerusakan lingkungan dan kesehatan warga akan terganggu. Sehingga, cepat atau lambat penanganan limbah B3 harus menjadi prioritas. Untuk itu, aparat terkait yakni Polres Gresik dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik harus bergerak jika tak ingin dampaknya mengganggu.

Penemuan limbah B3 yang pertama dibuang di area pergudangan kosong pada Kamis (15/10) lalu itu masih misteri. Belum lagi limbah B3 pada Minggu (8/11) dan terbaru limbah B3 di Tenaru Kecamatan Driyorejo, kemarin (17/11).

Terkait maraknya pembuangan limbah B3 yang dibuang sembarangan. Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga saat dikonfirmasi mengaku, sudah mengirim surat kepada pemilik lahan yang diketahui milik PT. Hazzel Karya Makmur. Namun, pemilik lahan itu tidak kunjung datang. “Sampai saat ini masih belum diperiksa karena pemiliknya belum datang,” ujarnya, Selasa (17/11/2020).

Ditanya mengenai langkah apa yang akan dilakukan, Bayu masih belum bisa menjelaskan secara gamblang.

Sementara itu, Kabid Pencemaran dan Pengendalian limbah DLH Gresik, Baktiar Gunawan Hutabarat mengaku menyerahkan kasus ini ke polisi. Pihaknya hanya memanggil pemilik lahan saja. “Pemilik lahan PT Hazzel Karya Makmur belum datang. Kami menyerahkan prosesnya di polisi,” katanya. Padahal sudah satu bulan, kasus pembuangan limbah pertama ini tidak kunjung menemui titik terang. Siapa oknum yang harus bertanggungjawab.

Mengenai penemuan limbah yang kedua di Desa Turirejo, Kedamean, lanjut Baktiar, mengaku sedang ditangani kepolisian. Barulah limbah B3 yang ada di Desa Tenaru, Driyorejo, pihaknya sudah turun ke lokasi kejadian. “Kalau yang itu kami sudah minta keterangan saksi-saksi,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar