Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemborong Proyek Bermasalah Marak, Begini Kata Sekda Magetan

Kawasan lahan parkir baru kawasan wisata Telaga Sarangan, Plaosan, Magetan, Kamis (20/1/2022) (foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Magetan (beritajatim.com) – Banyaknya kontraktor bermasalah di Magetan jadi perhatian Sekda Hergunadi. Dia cukup menyayangkan hal tersebut namun dia tetap mengevaluasi kinerja kontraktor.

Dia tak ingin ada permasalahan yang timbul usai proyek sudah jadi seperti yang terjadi di Gedung Graha Pusat Literasi maupun Pasar Baru Magetan. Begitu juga dengan proyek-proyek lain yang selesai melewati deadline.

”Kami akan lakukan evaluasi. Juga kami akan periksa regulasi yang sudah ada. Tidak menutup kemungkinan regulasi mungkin ditambahkan. Namun, kami akan cek terlebih dahulu bagaimana prosesnya,” katanya.

Menurut dia, seluruh proyek di Magetan sudah dilakukan dan memang ditemukan ada beberapa permasalahan. Sehingga, perlu pemeriksaan mendetail berikut mencatat masing-masing nama pemborong yang bermasalah. Dengan begitu akan jadi bahan referensi agar tidak lagi salah pilih pemborong di tahun berikutnya.

”Selanjutnya akan kami pertimbangkan lagi. Apakah bisa sampai pemutusan kontrak. Hingga kemungkinan adanya kontraktor yang masuk daftar hitam kami,” katanya, Sabtu (22/1/2022).

Selebihnya, untuk penggunaan Gedung Graha Pusat Literasi di Plaosan, Magetan sudah jadi kewenangan Pemda. Meski adanya permasalahan yakni hutang pemborong yakni PT Haidasari Lestari asal Kalimantan Tengah pada supplier, menurutnya itu sudah business to business.

”Sudah tidak terkait secara langsung dengan Pemkab Magetan. Namun kami tetap melakukan pemantauan. Bagaimanapun Gedung itu sudah bisa dipakai,” pungkas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Magetan itu. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar